Kabupaten Tuban Programkan Bebas Pasung ODJG

0

LINTASMATRA.COM – TUBAN. Pastikan pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bebas pasung di Kabupaten Tuban, Dinas kesehatan Kabupaten Tuban Rutin lakukan Program bebas pasung. Senin, (26/03).

Rombongan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, di wakili Bidang Pemegang Program Jiwa Kabid P2P dr. Atiek, didampingi Fatkur rahman SKM Puskesmas Rengel, Forkopimka Rengel serta Pemerintahan Desa Karangtinoto Rengel mendatangi satu demi satu pasien yang ada di Kecamatan Rengel.

Seperti halnya salah satu pasien. Sebut saja Nanik(30) lulusan dari MTs Ma’arif Rengel dan pernah Bekerja di pabrik Surabaya 2 tahun, menurut keluarga Nanik senang minta peralatan rias yg mahal-mahal, terobsesi kehidupan menengah ke atas, Nanik terkecil dari enam bersaudara, kumat-kumatan tapi tidak pernah mengganggu orang, warga Dukuh Tomerto rt 04 rw 04 Desa Karangtinoto Kecamatan rengel Tuban, Putri pasangan Sumiran dan kasmonah ini 8 tahun lalu gagal menikah dengan pujaan hati, sejak itu enggan bicara dan kesukaannya mencabuti rumput didepan rumahnya dan tidak mau berhenti, ”pernah hilang satu hari pak, makanya sama keluarga dikunci aja di dalam kamar.” kata kakak perempuan nanik pada Rnews Tuban.

Camat Rengel Drs. Joko purnomo pada awak media ini menjelaskan bahwa” setelah kita berembuk dengan keluarga pasien, nanik tetap untuk sementara di rawat di rumah, yang penting jangan di kekang. sebab keluarganya siap merawat dan yang terutama orang tuanya sudah tua. ” jelas mantan camat Parengan itu. Sementara Plt.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban Hj. Endah nurul K. Menegaskan. ” bahwa kegiatan lepas pasung ODGJ merupakan kegiatan lintas program dan lintas sektor yang rutin dilakukan Dinkes untuk memastikan bahwa kondisi ODGJ bebas dari pasung. Sekaligus melihat perkembangan pasien. Alhamdulillah, dengan pendekatan berbasis masyarakat, kini penanganan terhadap ODGJ semakin maksimal, “kata Endah. “memang untuk prioritas pertama di lakukan di Puskesmas Rengel mengingat jumlah ODGJ ada 4 pasien, saya berharap kegiatan ini akan terus dilakukan bersama TPKJM Kabupaten Tuban sampai ke 16 pasien yang ada di Kabupaten Tuban bisa bebas pasung dan semoga di tahun 2018 ini bisa tercapai, pendekatan berbasis masyarakat ini merupakan pelayanan dan penanganan secara langsung ke rumah pasien, sehingga pasien ODGJ tidak harus di rujuk ke rumah sakit jiwa, ODGJ merupakan penyakit biasa yang bisa di obati rumah ” tutur mantan sekretaris Dinas Kesehatan itu.

Dijelaskan lebih lanjut, depresi, gangguan kejiwaan yang menimpa masyarakat pada saat ini terkesan adanya kurang pengertian dan kepedulian dari diri sendiri, keluarga, Lingkungan dan pergaulan.

Sesuai dengan data dari Bidang Pemegang Program Jiwa / P2P di Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban tahun 2017.ada 8 kecamatan yang warganya masuk dalam Data Pasien Pasung. Berikut daftar ODGJ di Kabupaten Tuban. :

Kecamatan Grabagan ada 2 orang pasien, Mitmartiah (33)asal Desa Banyubang dan Suparno(46) Dusun Gading Desa Banyubang.

Kecamatan Montong ada 3 pasien , Carito (58)dari Desa Guwo terus Montong, Dariyatin(40) asal desa Talun Jetak Montong, Dayat(61) asal Desa Tanggulangin Montong.

Kecamatan Kerek ada 2 pasien, Makin Santoso(35) asal Desa Margomulyo Kerek, Warsani (50) asal Desa Tengger Kerek.

Kecamatan Widang, ada 1 pasien Ahmad muzaki( 34) asal Desa Ngadipuro Widang, Kecamatan Soko ada 1 pasien Ummi kulsum(54) asal Prambon Tergayang Soko. Puskesmas Jenu Rabino dan Karmani.

Kecamatan Plumpang ada 1 pasien bernama Winarsiah(20) Kecamatan Rengel ada 4 pasien. Rasmini (47)asal Goreng Bulu rejo Rengel. Sutikno(35) Desa Pekuwon Rejo Rengel, Mutiah(51) asal bulurejo Rengel, Nanik (30) Dusun Tomerto Desa Karangtinoto Rengel. (Ar/Im).

Leave A Reply

Your email address will not be published.