SDN Wadungasri Sidoarjo akan Dibongkar, Kantor Kontraktor Sering Kosong

0

SIDOARJO – LM.COM. Kantor kontraktor penggarap SDN Wadungasri sering kosong.Proyek gedung sekolah yang bermasalah itu dananya dari APBD 2018 senilai Rp 468.258.000. Tendernya dimenangkan oleh CV Sido Rejo. Proyek dikerjakan sejak Juli lalu dan targetnya rampung bukan Desember ini.

Budiono mengaku sudah mengeluarkan sekitar Rp 610 juta. Sedangkan Wahdan Ma’ruf menyuplai material sekitar Rp 215 juta.
Diceritakan Budiono, dia awalnya didatangi seseorang bernama Muhadi yang mengaku pemilik CV Sido Rejo. Dia ditawari bergabung sebagai pemodal dalam proyek ini, dan kemudian mereka kerjasama, Senin (3/12/2018)

Pada tahap awal, dia memberi uang fee sebesar 12 persen. “Bukan hanya proyek SD Wadungasri saja, Muhadi juga menawarkan kerjasama pada proyek pembangunan SD Bareng Krajan II krian, SD Sidorejo dan beberapa proyek penunjukan langsung lain. Saya kerjasama semuanya,” urai dia.
Dalam perjalannya, komunikasi memburuk. Muhadi sulit dihubungi, dan ditemui juga sulit. “Saya sudah mengeluarkan dana sekitar Rp 610 juta, dan belum terbayar sama sekali,” keluhnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Wahdan Ma’ruf. Sudah banyak menyuplai material ke proyek, tapi tak kunjung ada pembayaran.
Nilainya sekitar Rp 130 juta. “Ditambah proyek di lokasi lain, kerugian saya sekitar Rp 215 juta,” sebuah Wahdan.
Karena tak kunjung dibayar dan kontraktor tak bisa dihubungi, mereka pun berusaha mendatangi lokasi proyek dan menghentikannya.

CV Sidorejo diketahui beralamat di Jalan Raya Bluru Kidul nomor 7 Sidoarjo. Di sana, sebuah rumah memang ada plakat bertuliskan CV Sidorejo. Tapi juga ada plakat lain bertuliskan CV Balqis Setya.
Namun, saat di datangi tempat itu, ternyata kosong. Menurut JM, pria 49 tahun yang sehari-hari jual es tebu di sana, sudah jarang ada orang di kantor tersebut. Dan tidak ada aktifitas apa-apa seminggu belakangan.
Di kantor tersebut ada mobil bernopol W 1197 RS yang terparkir. Disebut JM, mobil ini sudah sejak seminggu terakhir parkir di sana. Tapi sebelumnya, kantor ini juga disebutnya lebih kerap sepi alias kosong.

Anehnya lagi, tidak ada nama Muhadi di tempat itu, termasuk nama Iffah Fauziah yang dikabarkan sebagai pemilik CV juga tidak pernah didengar oleh JM.
Sepengetauan dia, kantor ini milik Wahyu. “Pak Wahyu anaknya Pak Haji Diono. Setahu saya, Pak Wahyu yang meneruskan usaha ayahnya,” sambungnya.(YUL)

Leave A Reply

Your email address will not be published.