TARUBA Geruduk Kantor PT Waskita Karya

0

LINTASMATRA.COM – BEKASI. Gabungan Ormas dari dua kecamatan yang menamakan diri TARUBA ( TARUMAJAYA – BABELAN ) geruduk kantor PT Waskita Karya seksi 3 Kabupaten Bekasi. Mereka menuntut kesepakatan yang pernah ditanda tangani bersama, namun tak kunjung ada realisasi dari PT Waskita Karya. PT Waskita Karya seksi 3 sendiri adalah kontraktor proyek pembangunan Tol Cilincing – Cibitung, yang dalam pelaksanaannya banyak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung.

John, selaku Humas PT Waskita Karya Seksi 3 yang baru, menerima kehadiran TARUBA dengan baik dan mempersilahkan perwakilannya masuk untuk mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung apa sebenarnya yang terjadi. Riki Subakti,SH selaku coordinator TARUBA mengungkapkan, ”kami menuntut komitmen dari PT Waskita Karya yang tidak pernah ada kepastian sampai dengan saat ini. Padahal komitmen ini tertuang dalam surat kesepakatan yang telah ditanda tangani bersama dan dimediasi oleh Kapolsek Tarumajaya”.

“Selama ini tidak pernah ada kejelasan siapa sebenarnya orang yang bertanggung jawab dalam mengambil keputusan dari PT Waskita Karya. Setiap terjadi gejolak dimasyarakat, selalu dari Bantuan Keamanan Operasional ( BKO ) yang datang menemui masyarakat dan mengatakan aspirasi masyarakat akan kami sampaikan ke atasan.Namun sampai sekarang hanya omong kosong belaka”, sambung Riki.

Lain halnya dengan Andi, salah satu warga Kp Tikungan yang rumahnya retak akibat dampak lintas. ”PT Waskita Karya hanya memberi harapan palsu. Sudah tiga kali orang Waskita datang kerumah melakukan dokumentasi, namun tidak pernah ada tindakan apapun. Setiap saya tanyakan tindak lanjutnya, datang lagi orang baru melakukan dokumentasi kembali dengan dalih data lama tidak ada. Apa ini hanya akal akalan PT Waskita untuk membodohi masyarakat?”, imbuh Andi.

Lintasmatra.com yang juga hadir dalam mediasi, ikut mendengarkan penjelasan dari John. ”Saya akan pelajari terlebih dahulu apa sebenarnya yang terjadi. Dan kedepan saya akan melakukan komunikasi yang baik dengan masyarakat dan akan berusaha menyelesaikan permasalahan ini satu persatu. Intinya komunikasi, karena saya lihat ini hanyalah masalah komunikasi yang terputus saja”, jelas John.

Dalam kesempatan ini juga, TARUBA melayangkan surat tuntutan kembali dan memberikan waktu 3 hari kepada PT Waskita Karya untuk memberikan tanggapan. Riki menambahkan, ”apabila dalam 3 hari tidak ada tanggapan dari PT Waskita Karya kami TARUBA bersama masyarakat akan melakukan aksi besar besaran sampai dengan ada tanggapan dan hasil yang positif bagi masyarakat”. (Goes)

Leave A Reply

Your email address will not be published.