Dinas Pendidikan Kab Pasuruan Sukses Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar

LINTASMATRA.COM-PASURUAN.

PASURUAN – Pemerintah Kabupaten Pasuruan Yang diwakili oleh Wakil Bupati Pasuruan, menyatakan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan dianggap sukses. Setidaknya ada 689 sekolah yang sudah menerapkan implementasi kurikulum merdeka (KM) secara mandiri. KH Abdul Mujib Imron (Gus Mujib) menjelaskan, dari 689 sekolah terdiri dari 16 lembaga PAUD, 541 SD dan 133 SMP di Kabupaten Pasuruan.

Khusus untuk SD, prosentase jumlah sekolah yang menerapkan kurikulum merdeka sudah mencapai 75 persen. Sedangkan jumlah SMP sudah mencapai 85 persen dari total sekolah, namun untuk jumlah PAUD masih 2 persen. Hal itu disebabkan karena setiap sekolah diberikan kebebasan untuk memilih implementasi kurikulum merdeka berdasarkan tiga opsi, yakni mandiri belajar, mandiri berubah, dan mandiri berbagi.

“Over all semuanya siap meskipun tidak semuanya melaksanakan karena harus ada SK dari Kementrian berdasar usulan berbasis daring. Namun  dikembalikan lagi kepada sekolah-sekolah seperti apa kesiapan dalam memilih implementasi kurikulum merdeka. Opsi pertama adalah Mandiri Belajar. Opsi kedua adalah Mandiri Berubah, dan Opsi ketiga adalah Mandiri Berbagi,” kata Gus Mujib saat audiensi dengan Kemdikbudristek di SMPN I Beji. Beberapa hari yang lalu.

Dijelaskannya, pandemi Covid-19 berdampak pada ketertinggalan pembelajaran (learning loss) dan kesenjangan pembelajaran (learning gap) sehingga diperlukan upaya pemulihan pembelajaran melalui Implementasi Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar.
Dengan kurikulum merdeka bagi murid, guru dan sekolah, pembelajaran semakin lebih sederhana, mendalam dan fokus pada materi yang essensial.

“Ada tiga keunggulan mendasar Kurikulum Merdeka bagi murid, guru, dan sekolah, yakni lebih sederhana dan mendalam, fokus pada materi yang esensial, pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya, belajar menjadi lebih mendalam, bermakna, tidak terburu-buru dan menyenangkan,” ujarnya.
Saat ini, upaya yang akan dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar adalah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah.

Menurut Gus Mujib, sosialisasi akan terus dilakukan hingga ke sekolah-sekolah perbatasan, pegunungan atau di lokasi yang jauh dari perkotaan.
“Kita gencar sosialisasi kurikulum merdeka ini supaya semua sekolah bisa menerapkan kecuali sekolah penggerak. Kita sampai ke wilayah yang jauh dari perkotaan kita susuri supaya informasi ini menyentuh dan diketahui secara luas,” Jelas Wabub Pasuruan. ( dia/ine/tim )

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.