
LINTASMATRA.COM – MALANG. Dalam rangka menyambut bulan Suci Ramadhan Komunitas Perias (KOPER) Jawa Timur mengadakan kegiatan make up bareng sekaligus bagi-bagi takjil ke para pengguna jalan dan warga Lawang.
Acara yang di laksanakan di Coffee Shop COSULAS Jl. Tawang Argo Kec. Lawang Kab. Malang tersebut di hadiri banyak warga baik dari kalangan remaja maupun dewasa. Sabtu (25/05/19) Mas Ali (anggota KOPER) mengungkapkan, “Sebetulnya kami cuma ingin ikut serta meramaikan bulan suci Ramadhan, salah satunya kita mengajak teman-teman make up dan foto grafer juga, biar di bulan Ramadhan ini mereka lebih banyak lagi kegiatan yang positif”.
“Alhamdulillah untuk kegiatan kali ini dihadiri anggota dari Kab. Malang dan beberapa Kecamatan dari Kab. Pasuruan mas. Kami berharap dengan adanya kegiatan seperti ini masyarakat lebih mengenal lagi make up yang sekarang, khususnya untuk kalangan kaula muda make up yang dulu dan sekarang itu sudah sangat jauh berbeda, baik dari trennya, warnanya, amplikasinya dan baju-baju untuk pernikahannya pun juga sudah beda dengan jaman dahulu”, terangnya.

Masih dengan Mas Ali, “Kami memang sengaja membuat acara ini di tempat terbuka, tujuannya kami sosialisasi agar masyarakat itu lebih mengenal dunia make up dan mereka bisa leluasa lagi untuk berinteraksi, suatu contoh mereka bisa foto bareng dengan para model, mengetahui make up nya apa, dan bahan bajunya seperti apa”.
“Ya kami juga berharap supaya nantinya masyarakat juga tau tentang kita, kita siapa dan dari mana. Dan untuk teman-teman pemula saran saya jangan pernah takut untuk mengikuti acara seperti ini, karena ini adalah salah satu kesempatan bagi kita untuk belajar dan menambah pengalaman dari para senior”, imbuhnya.
Ditempat yang sama Bapak Daya Sundara (pemilik tempat) mengungkapkan, “Untuk kegiatan ini sangat bagus ya mas, karena kegiatan ini bisa menjadi salah satu wadah untuk mengembangkan potensi, bakat dan kreatifitas”.
“Saya membangun tempat ini salah satu tujuannya juga untuk mengasi wadah dan memfasilitasi bagi orang maupun komunitas yang memang butuh dukungan, karena kalau semua harus sewa dan bayar kan kasian”. “Harapan saya nantinya banyak masyarakat yang peduli terhadap Lawang, kalau pun ada oke kita duduk bersama, apa yang mau kita kembangkan, terus sistimnya seperti apa, anggarannya dari mana dan mana yang mau kita jangkau”, jelasnya. (Ton)