By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Lintas Matra - Media Online NasionalLintas Matra - Media Online Nasional
  • Kabar Daerah
    • Banyuwangi
    • Batu
    • Blitar
    • Bojonegoro
    • Gresik
    • Kediri
    • Lamongan
    • Lumajang
    • Malang
    • Mojokerto
    • Pasuruan
    • Probolinggo
    • Sampang
    • Sidoarjo
    • Situbondo
    • Surabaya
    • Tuban
    • Tulungagung
  • Kabar Pendidikan
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
    • Kabar TNI AD
    • Kabar TNI AL
    • Kabar TNI AU
  • Nusantara
Cari
Entertainment
  • Kabar Daerah
    • Banyuwangi
    • Batu
    • Blitar
    • Bojonegoro
    • Gresik
    • Kediri
    • Lamongan
    • Lumajang
    • Malang
    • Mojokerto
    • Pasuruan
    • Probolinggo
    • Sampang
    • Sidoarjo
    • Situbondo
    • Surabaya
    • Tuban
    • Tulungagung
  • Kabar Pendidikan
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
    • Kabar TNI AD
    • Kabar TNI AL
    • Kabar TNI AU
  • Nusantara
  • Dewan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Kami
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Kami
© 2025 Lintasmatra.com | Supported by Masansoft Digital Solution
Reading: Pilu Kartini Masa Kini
Share
Font ResizerAa
Lintas Matra - Media Online NasionalLintas Matra - Media Online Nasional
Font ResizerAa
  • Kabar Daerah
  • Kabar TNI
  • Kabar Polisi
  • Kabar Pemerintahan
  • Dewan Redaksi
  • Kontak Kami
Cari
  • Kabar Daerah
    • Banyuwangi
    • Batu
    • Blitar
    • Bojonegoro
    • Gresik
    • Kediri
    • Lamongan
    • Lumajang
    • Malang
    • Mojokerto
    • Pasuruan
    • Probolinggo
    • Sampang
    • Sidoarjo
    • Situbondo
    • Surabaya
    • Tuban
    • Tulungagung
  • Kabar Pendidikan
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
    • Kabar TNI AD
    • Kabar TNI AL
    • Kabar TNI AU
  • Nusantara
Follow US
  • Dewan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Kami
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Kami
© 2025 Lintasmatra.com | Supported by Masansoft Digital Solution
Lintas Matra - Media Online Nasional > Blog > Kabar Daerah > Malang > Pilu Kartini Masa Kini
Kabar PendidikanMalang

Pilu Kartini Masa Kini

Last updated: 20 Juni 2019 16:24
Hariyanto SH
Share
5 Min Read
SHARE

LINTASMATRA.COM – MALANG. Di Indonesia Kartini identik dengan kata perempuan atau Wanita. Dalam sejarah Indonesia , Kartini memang dikenal sebagai dikenal sosok pejuang emansipasi wanita. Dikenal sebagai sosok yang cantik , pintar dan tangguh menjadikannya sebagai sosok pejuang wanita yang masih diingat sampai sekarang. Namun di masa sekarang ini, banyak sekali kisah pilu kaum kartini yang terjadi akibat kekerasan seksual .

Dimana tak hanya kaum kartini dewasa saja , namun juga generasi-generasi penerus kartini yang masih di bawah umur pun juga ikut menjadi korbannya. Sungguh miris memang derita kaum kartini masa kini. Mereka harus hidup dalam bayang-bayang rasa trauma dan takut akibat tindakan tak terpuji yang mereka alami. Rasa was-was terus menghantui mereka , dikala mereka ingin menceritakan kisah pilu mereka.

Kasus Kekerasan seksual yang sedang marak terjadi ini merupakan tindakan menyimpang yang banyak memakan korban. Kejahatan seksual ini memang bukanlah berita asing yang hanya muncul sekali atau dua kali untuk saat ini. Bukan lagi berita hangat yang baru saja viral , namun sudah menjadi kasus yang sangat memprihatinkan. Dari hari ke hari , tahun ke tahun berita akan laporan terjadinya kasus kekerasan seksual kian meningkat. Akhir 2017 lalu tercatat terdapat 65 kasus yang dilaporkan ke Unit Pengaduan untuk Rujukan (UPR) Komnas Perempuan. Yang menyedihkan, sebagian besar dilakukan oleh orang yang dekat dengan korban seperti pacar, mantan pacar, dan suami. 

Di sisi lain, Komnas Perempuan juga mencatat pada 2014 terdapat 4.475 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak perempuan, 2015 sebanyak 6.499 kasus, 2016 sebanyak 5.785 kasus dan pada 2017 tercatat ada 2.979 kasus kekerasan seksual di ranah KDRT atau relasi personal serta sebanyak 2.670 kasus di ranah publik atau komunitas. Dari data ini saja bisa terlihat begitu memprihatinkannya kasus kekerasan seksual dari tahun ke tahun. Seperti kasus kekerasan seksual korban pemerkosaan yang terjadi beberapa tahun yang lalu ini.

Korban dengan inisial YF menjadi korban pemerkosaan di mana kejadian tersebut terjadi di halte Trans Jakarta pada tanggal 20 Januari 2014. Cerita YF bermula dari saat ia berangkat kerja menggunakan bus Trans Jakarta. Di perjalanan ia pingsan karena asmanya kambuh. Saat tersadar YF sudah bertemu 4 pelaku , yang mana para pelaku langsung melakukan tindakan pemerkosaan terhadap korban. Setelah kejadian tersebut YF segera melapor agar pelaku mendapat hukuman. Namun setelah para pelaku di proses hukum , mereka hanya divonis mendapat hukuman 1 tahun 6 bulan penjara.

Bisa kita fikirkan, apakah hukuman tersebut sebanding dengan rasa trauma yang korban alami?. Jelas hukuman tersebut tidaklah setimpal dengan apa yang korban rasakan. Jelas , hal tersebut tak akan ada apa-apanya dengan rasa terpuruk yang korban alami. Mungkin ada beberapa korban yang tidak membutuhkan waktu lama untuk terpuruk akan hal yang ia alami namun tak sedikit pula korban yang harus menyembuhkan rasa traumanya dengan waktu yang cukup lama. Mengapa kasus kekerasan seksual ini benar-benar membawa luka dan rasa trauma yang mendalam? Mengapa kekerasan seksual ini membuat korban merasa depresi? Merasa di asingkan , diperlakukan tidak adil , tak dipedulikan adalah segilintir perasaan yang dirasakan si korban. Tak heran banyak korban yang mengalami depresi karena hal ini.

Bahkan tak sedikit pula yang memutuskan untuk bunuh diri karena merasa tak sanggup menahan rasa trauma yang dalam. Stigma miring masyarakat , merasa hal yang telah terjadi terhadap mereka adalah sebuah aib yang memalukan seakan membuat korban semakin merasa hal yang telah dialaminya adalah sebuah beban hidup yang begitu buruk. Hal inilah yang menyebabkan korban banyak bungkam karena tak ingin mendapatkan stigma miring dari lingkungan. Padahal korban dari kejahatan asusila ini sangat perlu mendapatkan bimbingan psikolog untuk memulihkan mental mereka. Seharusnya sedari sekarang kita harus lebih meningkatkan rasa kepedulian kita terhadap korban, berusaha untuk mendengarkan cerita mereka, menenangkan perasaan mereka.

Memberi edukasi tentang seks sedari dini hingga memberi edukasi tentang hal – hal apa saja yang harus dilakukan jika kita menjadi korban dari kekerasan seksual tersebut. Merupakan salah satu bentuk kepedulian kita terhadap kejahatan seksual yang sedang marak terjadi di sekitar kita. Tunjukkan rasa peduli dan kewaspadaan kita terhadap hal – hal di sekitar kita agar tidak ada lagi kisah pilu kaum Kartini di negara kita ini. Penulis : Azahra Kansa.

You Might Also Like

Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Warga Dusun Kaligading Desa Sumberkerto Gelar Sholawat Nariyah Indonesia

Transparansi dan Komitmen Pembangunan, Kades Tlogosari Lilik Rahayu Paparkan Rencana Prioritas Dana Desa Tahun 2026

SPPG Desa Putukrejo Kecamatan Kalipare Diresmikan Wakil Bupati Malang

Bentuk Dukungan TNI, Danramil 0818/13 Kalipare Kapten Cke Bakirin Hadiri Peresmian Dapur SPPG Desa Putukrejo

Wujudkan Mimpi Warga, Danramil Sumberpucung dan Masyarakat “Lembur” Bangun Jembatan Gantung Garuda

Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article Pangdivif 2 Kostrad Hadiri Acara Halal Bihalal Prajurit TNI dan Purnawirawan TNI di Mabes TNI
Next Article Sosialisasi P4GN Cegah Bahaya Narkoba Di Lingkungan Divif 2 Kostrad
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”847″]

Lintas Matra - Media Online NasionalLintas Matra - Media Online Nasional
Follow US
© 2025 Lintasmatra.com | Supported by Masansoft Digital Solution
  • Dewan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Kami
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Kami
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?