LINTASMATRA.COM – SITUBONDO – Kemarahan warga Kukusan Kecamatan Kendit sudah memuncak sehingga ngluruk ke kantor Desa Kukusan untuk mendapat keadilan oleh Kepala Desa atas rusaknya akses Jalan.
Insiden yang terjadi akibat akses jalan umum rusak sehingga mengganggu pengguna jalan yang sedang hulubalang baik kendaraan R-2 juga R-4 yang sedang melintas antar desa Kukusan perbatasan desa Klatakan menuju jalan Bina marga provinsi.
Akibat jalan rusak adanya Mobil Dump Truck hulubalang mengangkut bahan material baik batu dan tanah untuk kebutuhan pembuatan lapangan di desa Kukusan Kecamatan Kendit.
Menurut warga setempat yang sempat dihimpun keteranganya oleh awak media Online bahwa keberadaan lapangan yang sedang dikerjakan tidak jelas keberadaannya, sebab lapangan yang digunakan milik perorangan yaitu H. Halim sedangkan yang mengerjakan Kepala Desa” Yupriyanto.

Selanjutnya, kalau memang tanah yang dikelola untuk lapangan umum iya harus jelas entah di hibbahkan atau disewakan ke desa biar masyarakat mengetahui, sebab warga dan tokoh masyarakat selama ini tidak tahu menahu hal tersebut, “” ujarnya.
Begitu juga masalah biaya material dan ongkos Dump Truck diambilkan dari mana, di kwatirkan dimasukkan ke Dana Desa ( DD ) sedangkan di desa Kukusan masih banyak yang perlu di kerjakan.” lanjutnya.
Dengan adanya kegaduhan di masyarakat, warga dan Toga, Tomas, Forkopimka Kecamatan Kendit dan Kabid Bina Marga,” Arifin Kabupaten Situbondo duduk bersama mencari solusi jalan keluar permasalahan dimaksud.
Kabid Bina Marga,” Arifin Kabupaten Situbondo, menyampaikan untuk akses jalan yang rusak itu tanggung jawab PU Bina Marga, hanya saja menunggu usulan MusrembangDes, kalau masalah lapangan bukan urusan saya, biar masyarakat dengan Kepala Desa dan dibantu Bhabinkamtibmas juga Bhabinsa.” Ucapnya.”*(Ar)
AKIBAT DI LEWATI MOBIL DUM TRUK JALAN DI DESA KUKUSAN MENJADI RUSAK.
MEMONTUM.SITUBONDO. Masyarakat desa kukusan kecamatan kendit merasa jengkel terhadap mobil dum truk yang keluar masuk di jalan kukusan yang mengangkut material ysng menyebabkan jalan banyak yang rusak.
Mobil dum truk tersebut yang di kendalikan oleh kepala desa kukusan.untuk mengangkut materialan untuk pembangunan pembuatan lapangan di desa kukusan.
Namun pembangunan tersebut bertolak belakang dengan masyarakat desa kukusan.
Sebab dalam perencanaan pembuatan pembangunan lapangan tersebut kepala desa kukusan tanpa ada kordinasi dengan tokoh masyarakat setempat maupun tokoh pemuda yang ada di desa kukusan.
Dalam pertemuan tersebut dalam pertemuan tersebut yang di hadiri oleh forkompimka dan di hadiri juga oleh Arifin dari dinas PU BINA MARGA kabupaten situbondo.
Dalam acara pertemuan tersebut warga meminta pertanggung jawaban dari H. Halim dan kepala desa kukusan yang sebagai penanggung jawab dari pekerjaan tersebut.
Tidak hanya itu yang di sampaikan oleh warga setempat namun warga mempertanyakan anggaran dana desa ( DD ) pertahun yang ada di desa kukusan yang tidak nampak terhadap masyarakat khususnya di desa kukusan sendiri.”terangnya.”*(ar)