Pewarta : Yanti LM.
LINTASMATRA.COM-SIDOARJO. Menindak lanjuti hasil rapat koordinasi finalisasi draf terkait dengan PSBB pada hari jum’at 24 April 2020, yang dihadiri oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Kapolresta Sidoarjo, para Ulama dan Kyai dan stakeholder yang ada. Perlu diadakan rapat sosialisasi penyamaan persepsi dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Di Pendopo Delta Wibawa , Minggu (26/04/2020) malam.
Turut hadir dalam rapat ini Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji bersama PJU, Dandim 0816 SIdoarjo Letkol Inf Mohamad Iswan Nusi, Kepala OPD Sidoarjo, Muspika dan beberapa stakeholder
Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin dalam sambutannya menjelaskan,” sebelum Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlangsung perlu adanya penyamaan persepsi agar nantinya dalam pelaksanaan PSBB tidak menimbulkan polemik di masyarakat. Penyamaan persepsi sangan penting, jangan sampai aparat dilapangan nanti memiliki persepsi yang berbeda. Aparat yang terjun di lapangan paling bawah adalah para muspika yang terdiri dari Kecamatan, Polsek dan koramil dan nanti dilanjutkan di tingkat desa. Mereka inilah yang akan menerapkan Petaturan Bupati di tingkat bawah untuk itu harus ada penyamaan persepsi.

“Wakil Bupati Sidoarjo menjelaskan kepada awak media,”Forkopimda dalam pelaksanaan PSBB berkedudukan sebagai pembina dan pelaksananya adalah Muspika. Hari ini kita menyamakan persepsi sekaligus sosialisasi. Mudah-mudahan dengan pertemuan ini kita memiliki persepsi yang sama sehingga tindak lanjutnya di lapangan bisa sama. Jika ada permasalahan bisa diselesaikan dengan baik. Dengan pembatasan-pembatasan yang kita lakukan semoga dapat memutus mata rantai penyebaran Covid 19.
Sekda Kabupaten Sidoarjo Ahmad Zaini mengatskan,”dalam peraturan Bupati no 31 sanksi administratif bisa diingatkan secara lisan, bila tidak bisa diingatkan lagi secara tertulis. Selain itu jika masih ada pelanggaran, kita masukan media yang secara tidak langsung sudah masuk sanksi sosial.
“Garda terdepan posko relawan gugus Covid 19 dari dinas kesehatan, harapan kami garda terdepan harus bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat termasuk untuk distribusi sembako serta pangan,”imbuhnya.