Mengaku Kiai Untuk Menipu, Oknum Perangkat Desa Asal Pasuruan Dibekuk Sat Reskrim Polres Batu

LINTASMATRA.COM – BATU.

Ditengah pandemi Virus Covid-19, Polres Batu tak henti-hentinya berikan rasa aman kepada masyarakat dari tindak kejahatan di wilayah hukumnya. Senin (13/7/20).

Kali ini Sat Reskrim Polres Batu dalam waktu 2X24 jam berhasil membekuk 3 komplotan pelaku penipuan dengan modus Gendam yang salah satu pelakunya diketahui adalah oknum perangkat Desa asal Kabupaten Pasuruan.

Press Release yang di pimpin langsung oleh Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama S.I.K., M.I.K., tersebut di gelar pada pukul 13.00 WIB yang dihadiri oleh Kasat Reskrim, Kabag Humas serta anggota Polres Batu.

Kepada media, Kapolres Batu menerangkan bahwa aksi penipuan dengan modus Gendam tersebut terjadi sudah 3 kali dan terakhir pada tanggal 7 Juli 2020 di pagi hari pukul 06.00 WIB, dan untuk korbannya adalah seorang wanita berinisial D usia 80 tahun beralamat di Jl. Bromo Gg. IV Kelurahan Sisir Kecamatan Batu Kota Batu. 

“Kronologi awal, Nenek yang menjadi korban tersebut waktu itu berada di salah satu toko kardus, dan saat perjalanan pulang sang Nenek di hampiri satu unit mobil (mini bus) yang berisikan 3 orang yang salah satunya mengaku sebagai seorang Kiai atau Gus dari Pasuruan,” bebernya.

Dan yang lain, lanjut Kapolres, berperan sebagai sopir dan mengamati situasi sekaligus mengamati korban apakah memakai perhiasan atau tidak.

“Selanjutnya dari dalam mobil korban di do’akan oleh pelaku yang mengaku sebagai Kiai atau Gus tersebut supaya bisa terkabul keinginannya, bisa berangkat ke tanah suci dan hidupnya berkah,” tandasnya.

Masih dengan AKBP Harviadhi, habis mendo’akan selanjutnya tersangka meminta perhiasan cincin yang di pakai oleh korban dengan alasan untuk dido’akan.

“Cincin itu dibungkus tisu dan di tukar isinya yang ternyata sebelumnya sudah disiapkan oleh tersangka, dan selanjutnya tisu yang berisi uang koin 100 rupiah 2 keping tersebut dikembalikan ke korban sambil tersangka memberi arahan bahwa tisu itu dibuka saat di dalam rumah” jelasnya.

“Dari kejadian tersebut korban ditaksir mengalami kerugian hampir 8 juta, karena ada 2 cincin dan setiap cincinnya beratnya sekitar 5gr,” imbuh Kapolres Batu.

Diketahui 3 tersangka tersebut berasal dari Kabupaten Pasuruan dan berinisial M A (58th) Kec. Gondangwetan, DM (49th) Kec. Gondangwetan dan MS (58th) Kec. Kraton Kab. Pasuruan.

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat pasal 378 KUHP dengan tuntutan hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Pewarta : Jarwo LM.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.