LINTASMATRA.COM – MALANG.
Kelinci tergolong hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan, namun itu semua bakal sia-sia apabila bulu kelinci sobat bunny (sebutan pecinta kelinci) anda mengalami kerontokan pada bulunya.
Tak terkecuali dengan kelinci hias jenis Holland Lop misalnya, tentu akan terlihat sangat jelek. Sebab yang menarik dari kelinci hias adalah kecantikan dan kehalusan bulunya. Bukan karena dagingnya sebagaimana seperti kelinci pedaging.
Sehingga, sebagai pemilik kelinci harus benar-benar paham mengenai tata cara merawat kelinci yang baik dan benar. Mulai dari pemberian pakan, perawatan kandang dan perawatan bulu kelinci. Yang pasti, sobat bunny harus pandai menjaga bulu kelinci agar tetap sehat. Apalagi bulu kelinci sangat sensitif sekali dan rentan terserang bakteri, maupun virus dan penyakit lainnya.
Namun, jika sobat bunny mengalami masalah kerontokan pada bulu kelinci, maka jangan panik dan cemas. Sebab tidak semua kerontokan bulu diakibatkan karena terserang penyakit, terkadang kelinci juga berganti bulu sesuai hormonnya atau biasa disebut (molting). Nah, tentu saja kondisi seperti ini sangat wajar terjadi.
Meski demikian, sobat bunny harus tetap waspada, karena bisa jadi ada penyebab lain mengapa bulu kelinci anda menjadi rontok parah.
Ciri khas bulu kelinci rontok, adalah apabila sobat bunny menyentuh tubuhnya maka bulu-bulunya akan menempel di tangan anda. Lalu tanda bulu kelinci rontok lainnya adalah, di bagian tubuhnya berbentuk seperti pulau alias sedikit botak.
Di saat seperti ini, sobat bunny harus mencari sebabnya terlebih dahulu, baru kemudian dapat mengambil kesimpulan kenapa bulu kelinci kita rontok. Kalau sudah disimpulkan, untuk mengobatinya bisa akan lebih mudah tentunya.
Molting pada Bulu Kelinci
Seperti yang telah saya tulis di atas, penyebab umum rontoknya bulu kelinci adalah karena molting. Yakni adanya pergantian bulu kelinci dengan yang baru. Kalau molting, tidak perlu dikhawatirkan, sebab sangat wajar terjadi, dan menimpa semua ras kelinci.
Cara mengetahui jika bulu kelinci sedang molting, cobalah anda meraba bagian kulit yang bulunya sedang rontok, apabila di sana terdapat bulu-bulu kecil seperti baru mau tumbuh, maka itulah yang disebut molting.
Umumnya kelinci akan mengalami molting sebanyak 1 sampai 2 kali setiap tahun dalam rentang kurun waktu yang berbeda beda. Bisa lebih cepat atau bisa juga lebih lama. Untuk kelinci jenis Holland Lop (berbulu pendek) sendiri, umumnya mengalami molting sedikit lebih cepat dibandingkan dengan jenis kelinci lainnya.
Maka dari itu, sobat bunny harus membantunya agar molting berjalan lebih cepat. Caranya anda harus sesering mungkin rajin menyisir bulu kelinci dan memberikan asupan multivitamin untuk kelinci kesayangan anda.

Bulu Kelinci Rontok Bisa Juga Tengah Beradaptasi
Bulu rontok karena adaptasi biasanya dialami oleh kelinci yang berbulu panjang. Hal itu karena iklim cuaca di Indonesia terdapat dua musim, yakni musim panas dan juga musim hujan, sehingga cuaca menjadi dingin. Maka kelinci yang berbulu panjang seperti Fuzzy Lop misalnya, akan memberikan reaksi yang berbeda.
Apalagi kelinci tersebut berasal dari daerah yang dingin, lalu dibawa ke daerah yang cuacanya panas. Maka dari itu, harus beradaptasi terhadap lingkungan barunya dengan merontokkan bulu bulunya. Ya, mungkin saja alasannya supaya tidak kepanasan.
Jika melihat hal itu dan kelinci dalam keadaan sehat, sobat bunny tidak perlu khawatir karena itu akan berlangsung sebentar saja. Cukup berikan asupan vitamin dan minum yang banyak, agar supaya tidak mengalami dehidrasi (kekurangan cairan).
Stres pada Kelinci Sehingga Bulunya Mudah Rontok
Tak hanya kelinci saja, semua hewan peliharaan jika baru saja diadopsi sering kali bakal mengalami stres, karena belum mengenal lingkungan barunya. Terlebih lagi jika si pemilik memperlakukannya dengan tidak baik. Ada banyak reaksi yang diperlihatkan kelinci saat ia sedang stres.
Pewarta : Jarwo LM.