LINTASMATRA.COM-MALANG.
Meskipun disa’at pandemi begini Menteri pertanian tetap peduli dan mendukung pencanangan kegiatan jelajah desa pangan,yang siap untuk mendukung kawasan pangan sejalan dengan program menteri pertanian”food estate” bahkan cita cita presiden dalam “nawacita” yaitu food estate yg berbasis pemberdayaan mandiri dengan berkolaborasi lintas kementrian,lembaga bahkan lintas komunitas,hari ini dilawang kabupaten malang rasa rasanya food estate yg berbasis produk unggulan yaitu alpukat pameling adalah sebuah maskot yang akan menjadi icon pemberdayaan mandiri,kawasan ketahanan pangan bahkan kebun wisata.
Dalam sambutannya, Sekretaris Ditjen Hortikultura Kementrian Pertanian Dr. Ir. Retno Sri Hartati Mulyandri ,Msi., menyampaikan bahwa meskipun disa’at pandemi saat ini Menteri pertanian tetap peduli dan mendukung pencanangan kegiatan Jelajah Desa Pangan, yang siap untuk mendukung kawasan pangan sejalan dengan program menteri pertanian “food estate” bahkan cita cita presiden dalam “nawacita” yaitu food estate yg berbasis pemberdayaan mandiri dengan berkolaborasi lintas kementrian, lembaga bahkan lintas komunitas.
“Hari ini dilawang Kabupaten Malang rasa-rasanya food estate yang berbasis produk unggulan yaitu Alpukat Pameling adalah sebuah maskot yang akan menjadi icon pemberdayaan mandiri, kawasan ketahanan pangan bahkan kebun wisata,” tandas Bu Retno.
Di tempat yang sama, Tony Setiawan Cermen Jelajah Desa Pangan menyampaikan bahwa Jelajah Desa Pangan ini salah satunya bertujuan untuk memediasikan keterbatasan Pemerintah Pusat juga Pemerintah Kabupaten untuk dapat menjangkau ke akses tersebut dikarena tidak ada jalan masuk. dan kita juga disupport oleh Kementerian Pertanian Kementerian Desa UMKM dan Kementerian Pertahanan.
“Acara kami ini sebetulnya adalah event yang keempat, yang pertama di Desa Hambalang, Kec. Citeureup, Kab. Bogor. Untuk yang kedua di Desa Cileuksa, Kec. Sukajaya, Kab. Bogor, Jawa Barat dalam rangka membantu masyarakat yang terkena musibah tanah longsor. Selanjutnya yang ketika di Desa Ngantru, Kec. Ngantang, Kab. Malang,” beber Tony Setiawan.
“Dan untuk yang ke-4 kali ini kita mengambil tema Offroad Bersama Menteri SYL, JDP Tumapel 4X4,” imbuhnya.
Ditempat yang berbeda, Khubul Wathoni Manager PTPN XII (Wisata Agro Wonosari) menyampaikan bahwa PTPN XII sangat mendukung untuk demi ketahanan pangan, karena kita juga kebetulan di wilayah tropis ya jadi apa-apa tanaman pasti tumbuh. Selain itu juga sangat kita sayangkan apabila posisi kita wilayah bumi dan tanah air kita ini tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk ketahanan pangan.

“Sangat disayangkan apabila kita juga punya varietas unggul selalu kalah cepat oleh negara lain, makanan pokok kita diberi negara lain sebaiknya media juga mohon dukungannya untuk mempercepat proses misalnya untuk branding unggul varietas unggul di daerah kita sendiri nasional kita kabupaten Malang supaya mendapat tempat dan nilai spesifik serta nilai ekonomis yang bisa nantinya mendukung peningkatan ekonomi rakyat warga Malang,” pungkasnya
Acara ini juga dihadiri oleh korem 083 diwakili Kasrem Letkol inf.A. Juni TOA dan Manager PTPN XII bpk.Khubul Wathoni .
Dari pengamatan team media Lintasmatra, acara prestisius dan prospektive ini tidak ada satupun dari dinas terkait,pemerintah daerah yang hadir,padahal program ini adalah sebuah solusi untuk pemberdayaan mandiri dan produktifitas komoditas unggulan yaitu alpukat pameling.
Dalam sambutannya Kasrem 083 Letkol inf A.Juni,sesuai arahan Danrem 083 Baladika jaya,mengatakan “TNI siap bersama sama semua lembaga untuk mewujudkan dan meningkatkan produktifitas komoditas unggulan demi tercapainya ketahanan pangan.
Pewarta : (dry/wo) LM