LINTASMATRA.COM-SITUBONDO.
SITUBONDO – Petani lokal terus genjot tanam bibit jeruk keprok batu 55 di wilayah pegunungan desa Kayumas Arjasa Situbondo
Dinas Pertanian Bidang Holtikultura Kabupaten Situbondo terus mensupport kebutuhan para petani untuk pengadaan bibit jeruk keprok batu 55
Atas pantauan Lintasmatra.com. Desa Kayumas sudah melakukan penanaman jeruk keprok batu 55 sejak tahun 2016
Akan tetapi para petani jeruk tidak bisa memasarkan hasil buah jeruk tersebut ditempat keramaian sehingga jeruk keprok batu 55 tidak dikenal masyarakat luas pada umumnya
Atas pengakuan petani jeruk di desa Kayumas, Agus Wahyudi, menyampaikan, hasil panen jeruk keprok 55 sudah banyak peminatnya, orang beli pada waktu panen dari mana tempat tinggalnya saya tidak tahu, kata Agus.
Masih kata Agus, orang beli bukan untuk dijual lagi tapi dikonsumsi sendiri dirumah, karena rasa jeruk keprok 55 Punya rasa tersendiri ada kecutnya dan manisnya terasa dilidah.” tutur Agus menirukan ucapan konsumen.
“Hal demikian Pemkab Situbondo, melalui Dinas Pertanian Bidang Holtikultura terus mensupport bibit jeruk yang dibutuhkan para petani, setiap tahunnya mendistribusikan ± 1500 bibit siap tanam beserta pupuk NPK dan pupuk kotoran hewan ( Kohe )
“Untuk itu PPL Kayumas, Sukaryanto, terus memberikan binaan terhadap masyarakat petani jeruk agar terus menekuni usahanya sehingga desa Kayumas punya peluang untuk menjadikan komoditas nasional salah satunya melalui jeruk keprok batu 55 Kayumas.
Sementara, untuk jeruk keprok batu 55 yang sudah ditanam di desa Kayumas sekitar 13.500 pohon jeruk, untuk tahun 2021 ini ada penanaman 3.180 bibit yang diberikan Dinas Pertanian Bidang Holtikultura Kabupaten Situbondo.”(ar)
Pewarta : MY to
Publisher : Hariyanto, SH.