LINTASMATRA.COM-SITUBONDO.
SITUBONDO – Untuk meningkatkan kinerja Kepala Desa Pemkab Situbondo menggelar Workshop kolaborasi pengawasan desa, bertempat di aula Aryo Pendopo Graha Amukti Praja Situbondo, Selasa, 11/10/2022
“Dalam acara tersebut dihadiri Bupati Situbondo, Drs. H. Karna Suswandi, M.M. Plt. Sekda, Wawan Setiawan, OPD Pemkab Situbondo, beserta para narasumber dari Jawa timur, dan Kepala Desa se Kabupaten Situbondo
“Hal itu juga dihadiri, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan wilayah, dan penanggulangan bencana Kemenko PMK, Dr. Ifan Syamsul Rizal, Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, Taukhid.
Hadir pula, anggota Komisi XI DPR RI Zulfikar Arse Sadikin, serta Perwakilan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan perwakilan Provinsi Jawa Timur, Alexander Rubi Setyoadi.
“Acara tersebut langsung dibuka, Bupati Situbondo, Drs.H.Karna Suswandi, M.M, dengan harapan agar semua Kepala Desa mengikuti workshop dengan seksama, sehingga apa yang menjadi materi bisa dituangkan terhadap Pemdes di desa masing-masing.”pesan Bupati
Bukan hanya itu, pesan orang nomor satu di Pemkab Situbondo, Bung Karna, panggilan akrapnya, berharap untuk Kepala Desa nantinya bisa menggunakan dengan mengelola keuangan Dana Desa (DD) atau Alokasi Dana Desa (ADD) secara tepat penggunaannya dan benar
“Sehingga nantinya dalam membuat laporan pertanggung jawaban keuangan sesuai dengan kebutuhan dan dapat dipertanggung jawabkan di desanya, untuk itu workshop ini sangat penting bagi Pemdes untuk bisa dicermati.”sampainya
Kemudian disisi lain, Bung Karna, menyampaikan, senantiasa mengajak masyarakat untuk ikut memberantas peredaran rokok ilegal, sebab keberadaan rokok ilegal sangat merugikan negara.
“Mengingat rokok ilegal tidak memberikan pemasukan dari sektor cukai. Sehingga berdampak terhadap penerimaan pemerintah daerah dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).”terangnya
“Lebih lanjut, Bung Karna, menjelaskan, bahwa jumlah DBHCHT untuk Pemkab Situbondo tahun 2022, mendapat alokasi dari DBHCHT sebesar Rp55.748.515.000. kemudian dana tersebut dikelola oleh beberapa OPD. Di antaranya Dinsos, Diskoperindag, Disnaker, Dispertangan, Dishub, dan Dinas PUPP, Satpol PP, RSUD dr Abdoer Rahem, RSUD Besuki, serta RSUD Asembagus.”sampainya
Tak hanya itu, Dana jumbo tersebut digunakan untuk pembangian BLT, pelatihan kerja, pembagian pupuk urea gratis kepada petani, pemasangan PJU, pembangunan RTLH, progam Tolop
Begitu juga untuk infrastruktur jamban keluarga, progam sehat gratis (Sehati), penurunan angka stunting, pengadaan alat kesehatan (Alkes), rehap gedung rumah sakit, sosialisasi tentang cukai dan operasi pasar rokok ilegal.
Selanjutnya, setelah selesai seremonial kegiatan tersebut dilanjutkan dengan workshop yang dipandu oleh Pj Sekretaris Daerah Situbondo, Wawan Setiawan.”*(adv/mito)
Pewarta : Armito Abi Bakrie
Publisher : Hariyanto, SH