GOTONG-ROYONG MEMULIHKAN EKOSISTEM PESISIR TAMAN NASIONAL BALURAN SITUBONDO

LINTASMATRA.COM-SITUBONDO.

Labuhan Merak atau yang populer disebut “Kampung Merak” adalah pemukiman seluas 363 hektar yang dihuni lebih dari 700 jiwa yang lokasinya berada di dalam Taman Nasional Baluran. Secara administratif Kampung Merak berada di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, sedangkan dalam pengelolaan Taman Nasional Baluran Kampung Merak berada di Zona Khusus Labuhan Merak. Terbentuknya Kampung Merak dimulai pada tahun 1975 seiring dengan keluarnya HGU kepada PT. Gunung Gumitir di wilayah Labuhan Merak.

Taman Nasional Baluran adalah kawasan konservasi seluas 29.739 hektar yang terletak di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Kawasan ini memiliki tipe ekosistem yang beragam mulai dari ekosistem laut, pesisir, sabana, hutan dataran rendah hingga ekosistem gunung. Wilayah perairan (laut) seluas 3.441,45 hektar di kawasan Taman Nasional Baluran adalah aset yang sejak dahulu diandalkan para warga kampung Merak dan desa sekitarnya untuk memperoleh ikan dan hasil laut lainnya.

Sebagai individu yang telah lama menjadi bagian dari kawasan, warga Kampung Merak turut peduli terhadap terjadinya degradasi hutan mangrove di Taman Nasional Baluran khususnya di sekitar tempat tinggalnya. Warga Kampung Merakpun menyadari bahwa kerusakan hutan mangrove adalah ancaman nyata bagi kesejahteraan serta masa depannya. Saat ini degradasi hutan mangrove di wilayah Labuhan Merak terdata mencapai sekitar 11,38 hektar.

Atas dasar kepedulian terhadap kelestarian ekosistem pesisir di Taman Nasional Baluran tersebut Koperasi Wana Baluran Merak Jaya (Waban Raja) yang beranggotakan warga kampung Merak dan pegawai Balai Taman Nasional Baluran menginisiasi penanaman mangrove sebanyak 1.600 batang di Blok Jeding, RPTN Labuhan Merak. Kegiatan penanaman mangrove yang dilaksanakan pada tanggal 26 November 2022 ini terselenggara atas dukungan dana CSR dari PT. POMI – Paiton Energy sebesar Rp. 10.000.000,- serta dukungan Balai Taman Nasional Baluran. Kegiatan penanaman mangrove melibatkan 80 orang peserta yang berasal dari instansi: Balai Taman Nasional Baluran, Dinas Lingkungan Hidup Situbondo, PT. POMI – Paiton Energy, Koperasi Waban Raja, Pemerintah Kecamatan Banyuputih, Pemerintah Desa Sumberwaru, siswa SDN 01 Sumberwaru Filial Merak, siswa PAUD Kelompok Belajar Merak serta warga Kampung Merak. Motto kegiatan: “Gotong royong memulihkan ekosistem pesisir Taman Nasional Baluran.”

Pada sambutannya Kepala Balai Taman Nasional Baluran yang diwakili Kepala SPTN Wilayah II Karangtekok Bapak Lukman Hidayat, menyampaikan tujuan kegiatan penanaman adalah:
Menjaga dan melestarikan pesisir Labuhan Merak di Taman Nasional Baluran;
Meningkatkan partisipasi masyarakat Kampung Merak dalam usaha pelestarian ekosistem pesisir di lingkungan sekitar tempat tinggalnya;
Menciptakan budaya cinta lingkungan sejak usia dini pada masyarakat Kampung Merak.

Kemudian PT POMI – Paiton Energy yang diwakili oleh CSR Supervisor Ibu Nina Ari Wahyuni, menyampaikan tentang pentingnya kegiatan penanaman mangrove di Blok Jeding, RPTN Labuhan Merak, Taman Nasional Baluran untuk mendidik anak-anak di lingkungan Kampung Merak, agar berkarakter mencintai lingkungan sejak dini. Selain itu diharapkan warga Kampung Merak juga mendapat manfaat dengan adanya kegiatan penanaman mangrove ini. Ibu Nina berpesan Kepada Warga Kampung Merak untuk dapat menjaga dan merawat pohon mangrove yang sudah ditanam, supaya kedepannya pohon mangrove dapat tumbuh secara sehat dan bermanfaat bagi kehidupan seluruh warga Kampung Merak.

Ketua Koperasi Wana Baluran Merak Jaya (Wabanraja) yang diwakili oleh Didik Suherman menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan bimbingan PT POMI – Paiton Energy beserta Balai Taman Nasional Baluran. Harapannya dengan dukungan tersebut, budaya cinta lingkungan pada masyarakat Kampung merak dapat meningkat.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.