LINTASMATRA.COM-SITUBONDO.
SITUBONDO – Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bersama TP PKK menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diikuti Kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Rukun Tetangga (PKK RT). se Kabupaten Situbondo,” kamis, 8/6/2023
Program DPMD dan TP PKK yang akan ditemui untuk mendapat Bimbingan Teknis (Bimtek) sebanyak 3.345 Kader PKK RT sebagai peserta di setiap kelurahan/desa Se-Kabupaten Situbondo
Hal ini, Ketua Umum TP-PKK Situbondo, Hj. Juma’ati Karna Suswandi, mengatakan, tujuan diadakan Bimtek yakni untuk menumbuhkan inovasi sebagaimana penguatan kelembagaan, serta pemberdayaan masyarakat dalam melaksanakan 10 program pokok PKK. Sehingga kesejahteraan masyarakat bisa meningka dan berkembang
“Tak lain kegiatan Bimtek ini, merupakan langkah Gerakan PKK pemerintah pusat, hingga turun ke provinsi, lalu kabupaten/kota, terus kecamatan – Desa – hingga paling bawah RW/RT,” terangnys
Pada waktu kegiatan Bimtek di Balai Desa Trigonco, Kecamatan Asembagus, Ketua TP PKK, yang akrap disapa Bunda Juma’ati tak lain istri Bupati situbondo, mengungkapkan, agar masyarakat melaksanakan 10 program pokok PKK.
“Adapun 10 program pokok PKK. yakni, 1. melaksanakan pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P4); 2. gotong royong; 3. pangan; 4. sandang; 5. perumahan dan tata laksana rumah tangga. “6. pendidikan dan ketrampilan; 7. kesehatan; 8. pengembangan kehidupan berkoprasi; 9. kelestarian lingkungan hidup; dan 10. perencanaan hidup sehat,” katanya
Kemudian, ditempat yang sama Kepala DPMD Situbondo, Suriyatno menyampaikan, Bimtek Kader PKK RT ini dimulai pada tanggal 6 Juni hingga 11 Juli 2023. se-Kabupaten Situbondo
“Sebagaimana apa yang disampaikan Bupati Situbondo, Karna Suswandi, melalui Kepala DPMD, Bimtek ini agar melibatkan para istri Ketua RW dan Istri Ketua RT, karena mereka juga membantu kegiatan dilingkungan RW/RT,” terang Suriyatno
Lebih lanjut, Suriyatno, menyampaikan, data peserta Bimtek 3345 Kader PKK RT Tersebar di 17 Kecamatan, yakni, ” Kecamatan Banyuputih 176 orang; Jangkar 167 orang; Asembagus 198 orang; Arjasa 224 orang; Kapongan 253 orang; Mangaran 171 orang; Panji 278 orang; Situbondo 242 orang; Panarukan 248 orang; Kendit 192 orang; Bungatan 140 orang; Mlandingan 125 orang; Suboh 169 orang; Sumbermalang 162; Basuki 302 orang; Jatibanteng 193; dan Banyuglugur 105 orang.” sampainya, “(*/mito)
Pewarta : Armito Abi Bakrie
Publisher : Hariyanto, SH