LINTASMATRA.COM – MALANG
Malang – Katarak atau kekeruhan pada lensa mata menjadi salah satu penyebab utama kebutaan yang disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk usia, diabetes, trauma, dan infeksi pada bagian mata. Dengan meningkatnya populasi lansia dan gaya hidup yang kurang sehat, beban katarak di masyarakat terus bertambah.
Perkembangan katarak berlangsung secara bertahap dan sering kali dimulai tanpa mengganggu penglihatan pada awalnya, terutama pada usia empat atau lima puluhan. Namun, diabetes juga menjadi faktor risiko lainnya yang meningkatkan kemungkinan terjadinya katarak, terutama karena viskositas tinggi yang disebabkan oleh kadar glukosa yang tinggi dalam tubuh.
Jenis katarak juga bervariasi, mulai dari katarak Imatur hingga katarak Hipermatur yang dapat mengakibatkan penglihatan terganggu hingga kebutaan. Gejalanya termasuk penglihatan kabur, mata berair, sensitivitas meningkat, dan penglihatan ganda.
Pengobatan katarak umumnya dilakukan melalui operasi ECCE (Extra Capsular Cataract Extraction) untuk mengganti lensa mata yang keruh dengan lensa buatan (IOL). Pascaoperasi, perawatan intensif diperlukan untuk mendukung proses penyembuhan, termasuk posisi tengkurap dan menjaga agar tidak terjadi trauma pada mata.
Pencegahan katarak juga menjadi fokus, dengan menjaga pola makan sehat, mengonsumsi buah dan sayur, serta menghindari trauma pada mata. Suplementasi antioksidan seperti vitamin C juga telah menunjukkan hasil sebagai terapi anti-katarak.
Vitamin C memiliki peran penting dalam melindungi lensa mata dari kerusakan akibat sinar ultraviolet dan menurunkan risiko keparahan katarak seiring bertambahnya usia. Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara penurunan kadar vitamin C dengan peningkatan kejadian katarak.
Meskipun demikian, uji klinis mengenai efek suplementasi vitamin C terhadap katarak belum sepenuhnya menunjukkan hasil yang konsisten. Selain itu, sangat sedikit penelitian yang melihat kadar vitamin C plasma, sehingga solusi yang tepat untuk mengatasi katarak perlu dikaji lebih lanjut.
Pemeriksaan dan diagnosis katarak melalui tes ketajaman mata menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi jenis-jenis katarak, seperti katarak Nuklear, Kortikal, dan Subkapular Posterior.
Meski konsistensi efek suplementasi vitamin C masih dalam penelitian lebih lanjut, penting untuk memahami peran penting pola makan sehat dan potensi antioksidan dalam mengurangi risiko katarak pada populasi yang semakin tua dan terkait dengan diabetes,ungkap nataniela.
*Artikel ini diungkapkan oleh Nataniela, natanielaorlen@gmail.com
Publisher : Ratri