LINTASMATRA.COM – MALANG

Malang – Sebuah penelitian yang dilakukan oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) menyoroti kandungan Bisphenol A (BPA) yang berlebihan pada kemasan galon polikarbonat. BPA, bahan kimia yang memberikan tekstur keras dan bening pada botol atau galon plastik, telah ditemukan dalam kadar yang melampaui standar keamanan. Penelitian dari beberapa negara, termasuk Indonesia, menunjukkan dampak buruk BPA terhadap sistem hormonal tubuh dan kesehatan, termasuk perubahan hormon, penurunan kualitas sperma, serta penyakit seperti diabetes dan gangguan ginjal kronis.
Penelitian juga menyoroti cara BPA bermigrasi dari kemasan polikarbonat ke air mineral, terutama pada suhu tinggi dan penggunaan yang terus-menerus. Hal ini memunculkan kekhawatiran akan kontaminasi air yang dikonsumsi oleh masyarakat. BPOM telah merespon dengan menetapkan aturan baru yang mengharuskan label peringatan BPA pada setiap galon air dan kemasan plastik polikarbonat. Lebih lanjut, peningkatan kandungan BPA dalam tubuh manusia juga telah terkait dengan gangguan kesehatan seperti gangguan reproduksi pada pria dan wanita, gangguan perkembangan, serta masalah metabolisme termasuk diabetes tipe 2.
Artikel ini menggambarkan urgensi pengawasan lebih ketat terhadap penggunaan BPA dalam kemasan plastik dan memperingatkan akan potensi dampak buruknya terhadap kesehatan manusia.
Farhan Ulil Abshor
Prodi Ilmu Keperawatan
Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiah Malang
farhanulil05@gmail.com
Penulis. : Farhan
Publisher: Ratri