LINTASMATRA.COM-MALANG.
Malang – Kirab budaya karnaval Desa Sumberpetung, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang yang digelar pada Sabtu (20/09/2025) seharusnya menjadi momentum kebanggaan masyarakat untuk menampilkan kreativitas dan kekompakan dalam memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia. Namun, alih-alih meninggalkan kesan positif, gelaran budaya ini justru menuai kekecewaan dari sejumlah pihak.
Kekecewaan muncul lantaran Kepala Desa Sumberpetung yang diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus pemberi semangat, justru dinilai tidak menunjukkan sikap yang pantas di hadapan masyarakat. Saat para peserta kirab budaya tampil dan melewati panggung kehormatan, sang kepala desa terlihat tidak memberikan dukungan sebagaimana mestinya. Lebih mengejutkan lagi, menurut sejumlah saksi mata, pemimpin desa tersebut bahkan tampak tertidur di kursi kehormatan ketika rangkaian acara masih berlangsung.
Banyak warga menilai sikap tersebut tidak mencerminkan wibawa seorang pemimpin desa. “Kami sangat kecewa. Peserta sudah berusaha tampil maksimal, tapi pemimpinnya justru tidak menghargai,” ungkap salah satu warga dengan nada geram. Hal ini dianggap mencederai semangat gotong royong dan kebanggaan warga yang selama berminggu-minggu telah mempersiapkan diri untuk tampil di kirab budaya.
Kirab budaya sendiri menghadirkan berbagai atraksi dari tingkat TK, SD, MI, hingga kelompok masyarakat umum dengan tema “Sumberpetung Harmoni Nusantara.” Puluhan peserta tampil mengenakan kostum kreatif, seni tari, serta iringan musik tradisional yang seharusnya mendapat apresiasi penuh dari pihak pemerintah desa.
Peristiwa ini memunculkan kritik tajam di kalangan masyarakat. Sejumlah warga berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Mereka menekankan pentingnya pemimpin desa memberi contoh sikap yang baik, apalagi dalam forum publik yang melibatkan banyak warga dan generasi muda.
Kirab budaya Desa Sumberpetung tahun ini memang tetap berlangsung meriah dengan antusiasme masyarakat yang tinggi. Namun, sikap kepala desa yang dianggap abai dan tidak menghargai para peserta, membuat acara tersebut meninggalkan catatan kelam dan rasa kecewa yang mendalam bagi sebagian besar warga.