LINTASMATRA.COM-MALANG.
Malang – Desa Pagak seakan berhenti sejenak dari rutinitasnya. Jalan-jalan protokol mendadak dipenuhi lautan manusia. Jutaan pasang mata tumpah ruah, menyatu dalam antusiasme yang luar biasa untuk menyaksikan All In Gampingan Carnival dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Sabtu (11/09/2025).
Karnaval budaya ini menjadi ajang perayaan meriah yang menampilkan kekayaan dan keberagaman tradisi, kesenian, serta kreativitas masyarakat, berpadu dengan sentuhan modern. Parade kostum unik, tarian-tarian daerah, hingga atraksi kolosal menghidupkan suasana malam di Pagak.
Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan ini juga bertujuan melestarikan warisan budaya, mempererat persatuan, serta mendorong perekonomian lokal. Ribuan pelaku UMKM, pedagang kuliner, dan usaha kecil tampak memanfaatkan momentum ini untuk membuka lapak di sepanjang jalur karnaval.
“All In Gampingan bukan sekadar pesta rakyat, tetapi simbol kebersamaan dan semangat gotong royong. Kegiatan ini menggerakkan roda ekonomi masyarakat, sekaligus melestarikan budaya bangsa,” ujar salah satu panitia penyelenggara kepada awak media.
Dari pantauan di lapangan, tempat parkir kendaraan roda dua dan roda empat meluber hingga ke desa tetangga seperti Kemiri dan Jenggolo. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa; mereka datang dari berbagai daerah — mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, bahkan Sumatra. Tak hanya itu, turis mancanegara pun turut hadir untuk menyaksikan kemeriahan gelaran sound horeq yang menjadi daya tarik tersendiri di puncak acara.
Mengusung tema “All In Gampingan: Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, karnaval tahun ini menghadirkan beragam atraksi yang mencerminkan semangat persatuan dan keberagaman budaya Nusantara. Setiap penampilan menjadi mozaik kebanggaan Indonesia, menampilkan legenda, kisah rakyat, dan harmoni antarbudaya.
Kreasi para pelajar pun turut menjadi magnet tersendiri. Mereka menampilkan tari-tarian modern dengan kostum bergaya Romawi, memukau ribuan penonton yang memenuhi setiap sudut jalan utama Desa Pagak. Gerakan atraktif dan energik mereka menambah warna pada kemeriahan karnaval yang berlangsung hingga malam hari.
Dalam sambutannya, H. Rofi’i, tokoh masyarakat sekaligus penanggung jawab kegiatan, menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara. Ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan kelancaran selama kegiatan berlangsung.
“Acara ini luar biasa. Antusias masyarakat tinggi sekali. Ke depan, kami akan terus berbenah agar kegiatan seperti ini semakin baik dan berdampak positif bagi masyarakat,” ungkapnya.
H. Rofi’i juga memaparkan rencana besar Pemerintah Desa Pagak untuk pembangunan jalan lingkar bekerja sama dengan pihak investor dan Pemerintah Kabupaten Malang. Langkah ini diambil untuk mengatasi kemacetan yang sering terjadi, terutama saat ada kegiatan besar seperti karnaval.
“Jika nanti jalan lingkar sudah terlaksana, kemacetan bisa berkurang. Selain itu, SMA Taruna juga akan memiliki akses tersendiri, sehingga aktivitas warga dan ekonomi tetap lancar,” jelasnya.
Tak hanya soal infrastruktur, H. Rofi’i juga menyinggung program pengelolaan limbah plastik yang sedang digagas desa. Pemerintah Desa Pagak telah bekerja sama dengan pihak swasta untuk mengembangkan sistem RDF (Refuse Derived Fuel), yaitu teknologi pengolahan sampah anorganik menjadi bahan bakar alternatif.
“Jika program ini berjalan baik, Desa Pagak akan menjadi desa ketiga di Jawa Timur yang mampu memproduksi energi dari sampah. Ini langkah besar menuju desa mandiri energi,” tegasnya dengan optimis.
Karnaval All In Gampingan 2025 bukan hanya sebuah ajang hiburan, tetapi juga refleksi perjuangan dan semangat kemerdekaan yang diwariskan oleh para pendahulu bangsa. Melalui seni, budaya, dan kreativitas, masyarakat Pagak membuktikan