By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Lintas Matra - Media Online NasionalLintas Matra - Media Online Nasional
  • Kabar Daerah
    • Banyuwangi
    • Batu
    • Blitar
    • Bojonegoro
    • Gresik
    • Kediri
    • Lamongan
    • Lumajang
    • Malang
    • Mojokerto
    • Pasuruan
    • Probolinggo
    • Sampang
    • Sidoarjo
    • Situbondo
    • Surabaya
    • Tuban
    • Tulungagung
  • Kabar Pendidikan
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
    • Kabar TNI AD
    • Kabar TNI AL
    • Kabar TNI AU
  • Nusantara
Cari
Entertainment
  • Kabar Daerah
    • Banyuwangi
    • Batu
    • Blitar
    • Bojonegoro
    • Gresik
    • Kediri
    • Lamongan
    • Lumajang
    • Malang
    • Mojokerto
    • Pasuruan
    • Probolinggo
    • Sampang
    • Sidoarjo
    • Situbondo
    • Surabaya
    • Tuban
    • Tulungagung
  • Kabar Pendidikan
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
    • Kabar TNI AD
    • Kabar TNI AL
    • Kabar TNI AU
  • Nusantara
  • Dewan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Kami
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Kami
© 2025 Lintasmatra.com | Supported by Masansoft Digital Solution
Reading: Pitutur Luhur Jawa: Tetap Sabar Meski Dihina dan Dikucilkan
Share
Font ResizerAa
Lintas Matra - Media Online NasionalLintas Matra - Media Online Nasional
Font ResizerAa
  • Kabar Daerah
  • Kabar TNI
  • Kabar Polisi
  • Kabar Pemerintahan
  • Dewan Redaksi
  • Kontak Kami
Cari
  • Kabar Daerah
    • Banyuwangi
    • Batu
    • Blitar
    • Bojonegoro
    • Gresik
    • Kediri
    • Lamongan
    • Lumajang
    • Malang
    • Mojokerto
    • Pasuruan
    • Probolinggo
    • Sampang
    • Sidoarjo
    • Situbondo
    • Surabaya
    • Tuban
    • Tulungagung
  • Kabar Pendidikan
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
    • Kabar TNI AD
    • Kabar TNI AL
    • Kabar TNI AU
  • Nusantara
Follow US
  • Dewan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Kami
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Kami
© 2025 Lintasmatra.com | Supported by Masansoft Digital Solution
Lintas Matra - Media Online Nasional > Blog > Kabar Daerah > Malang > Pitutur Luhur Jawa: Tetap Sabar Meski Dihina dan Dikucilkan
Malang

Pitutur Luhur Jawa: Tetap Sabar Meski Dihina dan Dikucilkan

Last updated: 4 Januari 2026 19:11
Hariyanto SH
Share
3 Min Read
SHARE

LINTASMATRA.COM-MALANG.

Malang, Dalam falsafah hidup orang Jawa, kesabaran merupakan nilai utama yang harus dijaga dalam kondisi apa pun. Kata orang Jawa, manusia dituntut untuk tetap sabar walaupun berada dalam keadaan dihina, diremehkan, bahkan dikucilkan oleh lingkungan sekitar. Kesabaran diyakini sebagai jalan terbaik untuk menjaga kehormatan diri sekaligus ketenangan batin.

Sesepuh Kasepuhan Pamencar, Pramono Nyoto Malang Eko Ratri, mengatakan bahwa kesabaran adalah kunci utama dalam pengendalian diri.

Menurutnya, orang yang mampu bersabar berarti telah berhasil mengalahkan hawa nafsu dan emosi yang sering kali menjadi sumber perpecahan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kesabaran adalah kunci utama pengendalian diri. Wong sing bisa sabar iku sejatiné wis nguwasani awake dhewe,” ujar Eko Ratri.

Ia menjelaskan, hinaan dan pengucilan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari ujian hidup yang harus dihadapi dengan kebijaksanaan.

Dalam ajaran leluhur Jawa, membalas keburukan dengan keburukan hanya akan memperpanjang masalah dan merusak tatanan sosial.

Sebaliknya, kesabaran akan menumbuhkan kejernihan pikiran serta membuka jalan kebaikan di masa depan.

Pamencar Pramono Nyoto menambahkan, sikap eling lan waspada harus senantiasa dipegang teguh. Dengan selalu ingat pada jati diri dan waspada dalam bertindak, seseorang tidak mudah terpancing emosi. “Sabar iku dudu ateges kalah, nanging menang tanpa pamer,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kesabaran adalah laku hidup yang membentuk keluhuran budi. Dalam pitutur Jawa dikenal ungkapan “Wong sabar iku luhur drajate”, yang bermakna bahwa derajat orang yang sabar akan diangkat, baik di mata manusia maupun di hadapan Tuhan. Kesabaran juga menjadi benteng agar manusia tidak terjerumus pada dendam dan kebencian.

Di tengah kehidupan modern yang penuh dinamika dan tekanan sosial, nilai kesabaran semakin relevan. Arus informasi yang cepat dan budaya saling menghakimi kerap memicu konflik. Dalam situasi tersebut, ajaran leluhur Jawa hadir sebagai penuntun agar manusia tetap menjaga adab, tata krama, dan rasa kemanusiaan.

Pada akhirnya, pesan kesabaran bukan hanya warisan budaya, melainkan pedoman hidup yang abadi. Dengan kesabaran, seseorang mampu menghadapi hinaan dan pengucilan tanpa kehilangan martabat. Sebab bagi orang Jawa, kesabaran adalah jalan menuju kedewasaan jiwa, ketentraman batin, dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.

Penulis : Eko Ratri

You Might Also Like

Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Warga Dusun Kaligading Desa Sumberkerto Gelar Sholawat Nariyah Indonesia

Transparansi dan Komitmen Pembangunan, Kades Tlogosari Lilik Rahayu Paparkan Rencana Prioritas Dana Desa Tahun 2026

SPPG Desa Putukrejo Kecamatan Kalipare Diresmikan Wakil Bupati Malang

Bentuk Dukungan TNI, Danramil 0818/13 Kalipare Kapten Cke Bakirin Hadiri Peresmian Dapur SPPG Desa Putukrejo

Wujudkan Mimpi Warga, Danramil Sumberpucung dan Masyarakat “Lembur” Bangun Jembatan Gantung Garuda

Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article Hari Amal Bakti Kemenag ke-80: Kodim 0818/Malang-Batu Terima Penghargaan Atas Sinergitas di Kota Batu
Next Article Mini Bus Pecah Ban Dua Korban Meninggal Dunia
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”847″]

Lintas Matra - Media Online NasionalLintas Matra - Media Online Nasional
Follow US
© 2025 Lintasmatra.com | Supported by Masansoft Digital Solution
  • Dewan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Kami
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Kami
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?