
LINTASMATRA.COM – SUMENEP. Sejumlah awak media dari berbagai media cetak maupun online yang ada di ujung timur Pulau Madura Sumenep, mendatangi beberapa pejabat tinggi yang ada di Pemkab Sumenep, hendak mengkomfernasi terkait belum klirnya soal mutasi atau rotasi disejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) atau Jabatan Tinggi Pratama (JPT) pada 25 April 2019 lalu, yang terus disoal dan dipertanyakan oleh berbagai elemen masyarakat.
Pasalnya karena diduga tidak mengacu pada regulasi yang ada. Sebut saja Hery Samion seorang wartawan yang juga pegiat LSM yang getol membidik kasus mutasi dan rotasi dilingkungan Pemkab Sumenep, yang belakangan ini masih tetap viral dan terus menjadi gonjang ganjing dikalangan halayak, karena dinilai mutasi dan rotasi tidak merujuk pada regulasi yang ada.
Namun sayangnya, Selasa 1 Oktober 2019 dari sekian pejabat yang hendak dikonfermasi oleh sejumlah wartawan dan LSM seperti kepala Inspektorat R Titik Suryati, Sekretaris Daerah Ir. Edy Raspady dan Bupati Dr. Abuya Busyro Karim, saat itu mereka tidak sedangkan ditempat, kecuali yang ada di Kantor hanya Kepala Inspektorat, R. Titik Suryadi. SH, Namun, seperti biasanya Yatik, panggilan R. Titik Suryadi. tidak bersedia menemui awak media, padahal yang bersangkutan saat itu sedang ada dikantornrnya di Jl. Dr. Cipto.
“Soal Yatik, yang Kepala Ispektorat itu taidak bakal mau menemui kita, awak media atau pegiat LSM.
Bagi kami pengalaman “ditolak” alias tidak amau ditemui kita dari wartawan dan LSM sudah jamak menghindar dan mengecewakan kita kita dari media,” kata Heri Samaon dengan kesal.
Saat itu sejumlah awak media dari berbagai media hanya bisa ditemui oleh sekretaris inspektorat Riza Mardiana, yang kala itu hanya mendata nama nama media apa saja.
“Mohon maaf bapak untuk sementara kami catat nama nama bapak dan dari media apa saja,” katanya sambil mengealuarkan buku catatan dan alat tulis dengan hanya bertanya apa kepentingannya.
“Nanti akan disampaikan kepada kepala Inspektorat dan tolong no HP yang bisa dihubungi, suatu saat jika Ibu kepala Inspektorat sudah tidak sibuk akan disampaikan,” imbuhnya.
Sementara menurut Rokip salah seorang awak media online Panjinasional.net yang sudah lama mempelototi persoalan motasi dan rotasi di Pemkab Sumenep, ada banyak hal yang akan dipertanykan termasuk soal soal yang krusial yakni tentang persoalan yang lagi trending dibeberapa minggu belakangan ini yakni, tentang, nama nama panitia seleksi (pansel) mutasi tertanggal 25 April 2019, kapan waktu Uji Kompetensi dilakasanakan oleh pemkab serta bagaimana keabsahan tentang Pejabat PimpinanTinggi ( PPT ) yang masa jabatannya sudah melebihi dari 5 tahun.
“Ada banyak hal yang akan kami tanyakan kepada kepala inspektorat, tapi kebiasaan Ibu Inspektorat selalu menghindar dan menghindar.
Saya tidak tahu kenapa beliau menghindar, apakah karena beliau termasuk orang yang terlibat pada mutasi dan rotasi yang belakangan menjadi perbincangan publik karena mutasi dan rutasi menjadi perdebatan panjang di kalangan umum,” kata Rokip dengan heran mencoba mareka reka.
Sementara Herman Wahyudi, Direktur LSM Garuda Nusantara yang diminta nomor kontak personnya oleh Sekretaris Inspektor, Riza Mardiana hingga berita ini tayangkan belum juga ada kabar atau info dari yang bersangkuta.
“Kami sudah sejak Selasa 2/10/19 kemarin hingga kini 5/10/19, belum ada yang menghubungi terkaita list pertanyaan yang kami ajukan. Dan kami tidak kaget lagi, karena kami sudah sering dibohongi jika pertanyaan kami tentang seputar mutasi dan rotasi yang terjadi pada 25 April 2019 lalu,” jelasnya. (tim)