LINTASMATRA.COM-SITUBONDO.
SITUBONDO – Tagihan listrik pascabayar tidak seperti biasanya, apa yang dialami Ibu Sati’a warga Perum Banjir RT.003 RW.005 Desa Sumberkolak Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo.
Pasalnya, Ibu Sati’a sudah empat bulan tagihan listrik tidak seperti biasanya, mulai bulan Juli – Oktober tagihan listrik diatas seratus ribu.
Berita yang dihimpun Lintasmatra.com. tagihan bulan Juli berkisar Rp. 111.540, Agustus, Rp. 114.140, September, Rp. 111.050, dan Oktober Rp.114.540.
“Empat bulan sebelumnya dari bulan Juli, tagihan listrik berkisar Rp. 25.000 sampai Rp. 50.000,- sedangkan mulai bulan Juli – Oktober diatas seratus ribu.
Kata Ibu Sati’a, Petugas pencatat meter dari PLN selama empat bulan tidak pernah datang kerumahnya untuk mencatat meter,
padahal saya tidak pernah keluar rumah sedangkan kontrol meter ada didalam rumah.” kata Sati’a
“Satu keluarga Ibu Sati’a hanya bertiga Suami dan cucunya, pekerjaan Suami ( Santoso ) hanya mencari rumput untuk pakan 1 ekor hewan ternak sapi, Ibu Sati’a selalu dirumah buka warung kopi
“Kehidupan keluarga Ibu Sati’a tergolong keluarga miskin, rumah berdinding gedek atau anyaman bambu, dari penghasilan Jualan kopi tiap harinya berkisar Rp.25.000 paling tinggi Rp.50.000, itupun tidak dipotong modal.”terangnya
Ditambahkan, setelah tagihan listrik selama empat bulan diatas seratus ribu, Ibu Sati’a tidak bisa nabung tiap harinya mana untuk dimakan dan kebutuhan lainnya.
“Untuk menyambung hidup terpaksa Ibu Sati’a pinjam uang Koperasi setoran harian meskipun keadaan sulit bayarnya, dalam artian gali lobang tutup lobang.
“Kata Ibu Sati’a, bagaimana kalau tetap seperti ini ya, sambil merintih, sedangkan saya butuh menyambung hidup dan butuh penerangan untuk rumah hanya berkisar 50 watch, ruang depan, dalam rumah dan belakang rumah, selain itu tidak ada.”ucapnya
“Listrik yang digunakan Ibu Sati’a, daya 900 VA. melanjutkan anaknya atas nama P. Tolak / Hadari, IDPEL : 516500310855 di Dusun Pareyaan Perum Banjir RT. 003, RW. 005, Desa Sumberkolak Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo.”(ar/nafi)
Pewarta : MY to
Publisher : Hariyanto, SH.