DISPENDIKBUD SITUBONDO GELAR SOSIALISASI DAN VALIDASI GURU NGAJI MINGGUAN DAN HARIAN
LINTASMATRA.COM. – SITUBONDO
SITUBONDO – Dispendikbud Situbondo mengadakan validasi ulang terkait incentive guru ngaji Mingguan dan harian yang bertempat di aula kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo,”Selasa, 15/3/2022
Validasi data dilakukan karena ada penambahan jumlah penerima incentive guru ngaji Mingguan dan harian dari tahun sebelumnya

Keterangan yang didapat dari Kepala Bidang PPTK, Andi, menyampaikan, perlu adanya validasi data baru untuk guru ngaji ini dimungkinkan ada yang meninggal dunia bisa diganti yang belum masuk tahun kemarin atau memang belum terdata asalkan ada santrinya.”kata Andi
Lebih lanjut, untuk memudahkan pendataan kita adakan tiga season, yang pertama dari kelompok wilayah timur, season kedua dari kelompok tengah dan season ke tiga dari kelompok wilayah barat meliputi 17 Kecamatan se Kabupaten Situbondo.
Sementara data guru ngaji mingguan dan harian yang kami terima sudah masuk sebanyak 4725 ( empat ribu tujuh ratus dua puluh lima ) se Kabupaten Situbondo.
Untuk itu dari masing-masing kelompok, timur, tengah, dan barat agar terus mengusulkan sesuai kreteria guru ngaji mingguan dan harian ( ada guru/Kiai juga ada murid/santri) “terang Andi.
Selanjutnya, data agar masuk paling lambat tanggal 26 Maret 2022 ke Dispendikbud Situbondo, karena sesuai rencana incentive tersebut akan dibagikan pertengahan bulan Puasa 1443/2022.
Adapun keterangan (red) program incentive guru ngaji mingguan dan harian merupakan janji politik Bupati Situbondo, Bung Karna, semula per guru/Kiai mendapat Rp. 1.2 Juta, sekarang mendapat Rp.1,5 juta, setiap tahun,”terangnya
Untuk alokasi ABPD tahun 2022, sebesar Rp.7.2 Milyard, yang akan didistribusikan terhadap guru ngaji Mingguan dan harian yang tersebar di 17 Kecamatan se Kabupaten Situbondo
Seterusnya, Bung Karna, selaku Bupati Situbondo, akan terus berupaya untuk menaikkan insentif guru ngaji dan guru mingguan dan harian dengan melihat kemampuan fiskal APBD.
“Tentunya dengan adanya incentive Rp 1,5 juta yang diterima setiap tahun tidak sepandan dengan jerih payah yang dilakukan kalau tidak mengharap ridho Allah SWT.
Semoga dengan apa yang dilakukan selaku guru / Kiai yang telah memberikan ilmu terhadap murid / santri sampai bisa baca Alqur’an akan menjadi penyejuk bagi bangsa dan negara khususnya di Situbondo.” harapan Bupati Karna, yang juga pernah merasakan jadi santri di desa Curah Tatal. “Imbuhnya.”(Mito)
Pewarta : Ar MY to
Publisher : Hariyanto,SH.