LINTASMATRA.COM-SITUBONDO.
SITUBONDO – Budaya petik laut diselenggarakan oleh para nelayan Pesisir Besuki Situbondo setiap setahun sekali di bulan Rajab diisi dari berbagai kegiatan,” Minggu, 5/2/2023
Adapun, kegiatan ini sudah turun temurun dilakukan oleh para nelayan Pesisir Besuki, Situbondo, dimulai dari Khotmil Qur’an, Zhikir dan doa yang dilanjutkan dengan ritual prosesi pelepasan larung sesaji hasil bumi ke tengah laut.
Sementara ini, Bupati Situbondo, Drs. H. Karna suswandi, M.M., dan Wakil Bupati Situbondo, Hj. Khaironi, S.Pd. M.H., berada ditengah-tengah para nelayan mengikuti prosesi budaya petik laut sekaligus melepas larung sesaji hasil bumi ke tengah laut.
Lalu, Bupati Situbondo, yang akrap disapa Bung Karna, menyampaikan, dengan menggunakan bahasa Madure, samoge nelayan pesisir eparengana salamet, riski sebenyak, saenggena samporna edelem romah tanggena, artinya, semoga para nelayan selamat, serta mendapat Riski yang berlimpah, bisa menjadi keluarga yang sejahtera dalam keluarganya ” tuturnya
“Tentunya, kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, atas melimpahnya rezeki para nelayan dan diberikan keselamatan saat melaut. Semoga mendapatkan rezeki barokah dan hasil tangkapan ikan yang melimpah,” ungkap Bung Karna
Tak hanya itu, sambutan masyarakat dan para nelayan terhadap Wakil Bupati Situbondo, yang akrap disapa Nyai Hoi, mereka sangat Arif dan santun, karena warga pesisir Besuki 75 % masuk alumni dan wali santri di ponpes di Yayasan yang diasuhnya yang ada di Besuki yakni Kiyai Muhaimin dan Nyai Hoi.
Kemudian, Kades Pesisir, Ahmadi menyampaikan, ucapan terima-kasih kepada Bupati dan Wabup Situbondo yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan turut menyaksikan acara tasyakuran selamatan desa dan petik laut di Desa Pesisir
Begitu juga disampaikan bahwa tradisi selamatan desa dan petik laut merupakan ritual yang dilakukan oleh masyarakat Desa Pesisir sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT. Harapan dari masyarakat Desa Pesisir, mudah-mudahan hasil jerih payah tangkapan ikan melimpah dan nelayan yang bekerja melaut diberi keselamatan,”harapannya,”(*/mito)
Pewarta : Armito Abi Bakrie
Publisher : Hariyanto, SH