LINTASMATRA.COM-SITUBONDO.
SITUBONDO – Kabar gembira akan segera di launching oleh RSUD Abdoer Rahem Situbondo Pelayanan Terapi Oksigen Hyperbaric Chamber
Keterangan yang diperoleh Lintasmatra.com. Direktur RS dr. Abdoer Rahem Situbondo dr. Hj. Roekmy Prabarini Ario.,M.Kes. menyampaikan, bahwa alat ini untuk terapi oksigen Hiperbarik atau Hyperbaric Chamber,
Adapun terapi oksigen hiperbarik ini sangat cocok untuk pasien dekompresi, terutama para penyelam yang mengalami dekompresi,” karena Kabupaten Situbondo memiliki hamparan garis pantai sepanjang 131,575 km, jadi orang banyak memilih berenang di Kabupaten Situbondo,” kata dr. Roekmy.
Tak hanya itu, alat terapi Oksigen Hyperbaric Chamber ini tak hanya diperuntukkan bagi penderita penyakit tertentu, akan tetapi bisa untuk perawatan kecantikam, sebab terapi ini
salah satunya untuk meningkatkan kebugaran dan vitalitas
Tentunya dengan oksigen yang dihirup dalam terapi ini akan membantu metabolisme tubuh semakin segar, karena terapi ini bisa memperlembut kulit yang bersifat seperti anti penuaan atau mencegah kriput pada kulit,” jelas dr. Roekmy
“Disamping itu, kata Direktur RSUD Abdoer Rahem Situbondo, menyampaikan, terapi ini untuk pasien dekompresi, pasien kencing manis, vertigo, stroke, pasien pos luka bakar dan kecantikan. Karena terapi ini sangat efektif untuk mempercepat pemulihan pasien tersebut dengan bantuan oksigen.” pungkasnya
Hal ini, alat terapi Oksigen Hyperbaric Chamber untuk Provinsi Jawa Timur yang ada di LAKESLA (Lembaga Kesehatan Kelautan TNI AL), di Surabaya,
Sedangkan di RSUD milik Pemerintah yaitu RSUD Abdoer Rahem milik Pemkab Situbondo, meskipun masih menunggu launching sambil menunggu bangunan gedung selesai, karena membutuhkan ruangan khusus untuk pelayanan terapi Oksigen Hyperbaric Chamber.” terangnys
Untuk itu, ruangan gedung agar betul-betul kuat karena terapi oksigen hiperbarik sendiri adalah terapi pengobatan dengan menggunakan oksigen murni di dalam ruangan bertekanan tinggi. Terapi ini hanya menggunakan oksigen murni, tanpa menggunakan obat-obatan.
“Layanan terapi Hiperbarik menggunakan oksigen 100 persen. Sedangkan kalau kita menghirup udara di luar hanya sekitar 28-30 persen oksigen yang kita hirup. Karena ada banyaknya polusi dan pencemaran udara,” sambung dr. Roekmy.” (*/mito)