LINTASMATRA.COM – MALANG

Malang – Kamis 14/12/2023, Anggota tubuh manusia merupakan aset yang tak ternilai, terutama mata sebagai organ sensorik penting yang memungkinkan kita melihat dunia di sekitar kita. Namun, data yang dirilis melalui systematic review dan meta-analysis menunjukkan bahwa gangguan penglihatan dan kebutaan global menjadi masalah yang tak boleh diabaikan. Tercatat sekitar 253 juta orang pada tahun 2015 mengalami gangguan penglihatan, dengan 36 juta orang mengalami kebutaan dan 217 juta mengalami gangguan penglihatan sedang hingga berat.
Di Indonesia sendiri, insiden kebutaan menyentuh angka 0,1% atau sekitar 210.000 orang, yang setara dengan satu kasus kebutaan setiap menit. Peningkatan prevalensi gangguan mata telah menjadi ancaman serius dalam pembangunan, mengancam pertumbuhan ekonomi nasional, terutama selama masa pandemi. Faktor lingkungan dan pekerja, seperti penggunaan gadget yang berlebihan, telah menjadi penyebab utama kelelahan mata pada anak dan remaja di era modern ini.
Berbagai gangguan mata seperti myopia, glaukoma, dan katarak menjadi penyebab utama penurunan fungsi mata. Namun, upaya menjaga kesehatan mata tidak boleh diabaikan. Pemeriksaan rutin, perhatian pada posisi membaca yang benar, memberi istirahat mata, bersihkan tangan dan lensa kontak, hingga konsumsi makanan yang baik untuk mata menjadi langkah-langkah preventif yang dianjurkan.
“Mari kita menjaga kesehatan mata karena mata merupakan ‘Jendela Dunia’,” ujar Novi sebagai penutup, menekankan pentingnya kesadaran akan kesehatan mata sebagai upaya meminimalisir gangguan penglihatan yang dapat berdampak pada kehidupan sehari-hari.ujar Novi.
Novi Marchelina Puspitasari
Prodi Ilmu Keperawatan
Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Malang
marchelinanovi88@gmail.com
Penulis : Novi
Publisher : Ratri