LINTASMATRA.COM
Malang – Pada Minggu pagi 15 juli 2024 di Desa Randugading, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, semangat kebersamaan dan pelestarian budaya begitu kental terasa. Warga Randugading memadati jalanan untuk mengikuti kirab tumpeng dalam rangka memperingati Grebeg Suro, sebuah tradisi Jawa yang sarat makna.
Babinsa Randugading, Pelda Ayus Sandi, tidak hanya hadir sebagai tamu undangan, tetapi juga aktif terlibat dalam setiap rangkaian acara. Ia berjalan beriringan dengan warga, membawa tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan harapan akan keberkahan di tahun yang baru. Rute kirab dimulai dari RT 26 RW 07 Dusun Ngembulsari dan berakhir di Punden Mbah Gajah Mada, sebuah situs bersejarah yang dikeramatkan warga setempat.
Di lokasi tersebut, Babinsa Randugading turut memimpin doa bersama, memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Randugading. Kehadirannya bukan hanya sebagai simbol keamanan, melainkan juga sebagai wujud nyata kedekatan TNI dengan rakyat. Pelda Ayus Sandi berbaur dengan warga, bercengkrama, dan bahkan ikut serta dalam persiapan acara. Hal ini menunjukkan bahwa TNI tidak hanya bertugas menjaga keamanan negara, tetapi juga berperan aktif dalam kehidupan sosial masyarakat.
Tradisi Grebeg Suro sendiri merupakan perayaan tahun baru Jawa yang jatuh pada tanggal 1 Muharram. Di Randugading, kirab tumpeng Grebeg Suro menjadi salah satu acara budaya yang selalu dinantikan warga. Selain sebagai bentuk pelestarian tradisi, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat persatuan antarwarga.
Babinsa Randugading, Pelda Ayus Sandi, menyatakan, “Kami sangat senang bisa ikut berpartisipasi dalam acara ini. Ini adalah salah satu bentuk pengabdian kami kepada masyarakat. Kami berharap tradisi Grebeg Suro dapat terus dilestarikan dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Randugading.” Semoga semangat berbagi kebaikan ini terus menginspirasi kita semua,tutur Pelda Ayus Sandi.(Ratri)