LINTASMATRA.COM
Blitar – Selama Juli hingga Agustus 2024, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktiku Negeri. Inisiatif ini merupakan dorongan dari universitas agar para mahasiswa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.Selasa 20/08/2024

Tahun ini, sebanyak 4.747 mahasiswa dari berbagai fakultas di UMM, yang terbagi dalam sekitar 900 kelompok, diterjunkan untuk mengabdi di 17 provinsi dan 74 kabupaten/kota. Salah satu kelompok dari gelombang 6, yaitu kelompok 56, mengadakan kegiatan di Desa Sumberdadi, Krajan, Blitar, Jawa Timur. Mereka membawa tema “Pembentukan Kebiasaan Baik: Program Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat Dalam Lingkungan Masyarakat”.
Kelompok ini terdiri dari lima mahasiswa Ilmu Keperawatan, yaitu Aprilia Nur Aisiyah (Koordinator), M. Barli Mahbubi, Yofi Nanda Purnomo, Silvia Anggraini Fitriyani, dan Ahmad Fauzan Fatkhurahman. Mereka didampingi oleh Citra Gilang Qur’ani, Ph.D sebagai dosen pembimbing lapangan. Program ini bertujuan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam hal kesehatan, produktivitas, pencegahan penyakit, kebiasaan hidup bersih, serta mempererat hubungan sosial antar warga desa.
Secara keseluruhan, kegiatan PMM di Desa Sumberdadi merupakan wujud pengaplikasian ilmu yang telah diperoleh mahasiswa selama masa studi, dengan harapan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Salah satu kelompok dari gelombang 6, kelompok 56 yang berjumlah 5 orang melaksanakan kegiatan PMM di Desa Sumberdadi Karjan Blitar Jawa Timur, dengan megusung tema “Pembentukan Kebiasaan Baik : Program. penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat Dalam Lingkungan Masyarakat, anggota yang berasal dari program studi ilmu keperawatan dan didampingi oleh Citra Gilang Qur’ani, Ph.D selaku Dosen Pembimbing.
Secara umum kegiatan PMM yang diselenggarakan oleh mahasiswa UMM di Desa Sumberdadi merupakan bentuk pengaplikasian ilmu pengetahuan. Yang telah diperoleh selama mass Studi.
Dan salah satu isi krusial yang sampai saat ini belum dapat dituntaskan yaitu stunting serta pengendalian jumlah anak dalam satu keluarga, dan tidak sedikit masyarakat yang belum menyadari terkait bagaimana pentingnya dan seberapa berpengaruh asupan gizi anak selama 1.000 hari pertama kehidupan mulai dari kehamilan hingga usia dua tahun pada perkembangan anak dimasa depan.
Melalui pendekatan langsung kepada masyarakat kelompok 56 gelombang 6 PMM UMM mengusung beberapa program unggulan di Desa Sumberdadi, yang salah satunya Sosialisasi mengenai urgensi stunting serta program penerapan dua anak cukup kepada wali siswa dari Paud – TK Dharma Wanita 01 Sumberdadi.
Untuk itu kelompok 56 gelombang 6 PMM UMM melakukan kegiatan Observasi dilingkungan desa, perizinan serta koordinasi secara langsung terhadap pimpinan.
Pada akhir kegiatan sosialisasi dilakuka. Sesi tanya jawab untuk mengemukakan pendapat agar opini anatar personal dapat diselaraskan agar tidak terjadi perbedaan pendapat lebih beredar dilingkungan masyarakat .
Hasil dari kursioner menunjukan respon positif, yang menandakan bahwa tujuan dari sosialisasi telah tercapai.
Sumber Berita : Aprilia Mahasiswi UMM Ilmu Keperawatan
Publisher : Ratri