LINTASMATRA.COM-MALANG.
Malang – Malam 1 Suro, yang jatuh pada bulan pertama dalam penanggalan Jawa, merupakan waktu yang penuh makna dan keistimewaan bagi masyarakat. Tradisi ini menjadi momen refleksi, pengharapan, dan permohonan kepada Yang Maha Kuasa untuk diberikan kekuatan dalam menjalani kehidupan.
Dalam konteks ini Ratri Iswanto, salah satu pengasuh Kasepuhan Pamencar Pramono Nyoto, murid dari almarhumah Eyang Prawiro Djawoto, memberikan penekanan penting tentang perlunya doa dan kewaspadaan menjelang malam yang dianggap mistis ini.
Ratri Iswanto menjelaskan bahwa menjelang malam 1 Suro, yang jatuh pada malam Jumat Kliwon, masyarakat diharapkan untuk berdoa lebih banyak, memohon agar diberi kekuatan, ketabahan, dan perlindungan dari segala hal yang tidak diinginkan. “Malam satu Suro adalah waktu yang sangat penting bagi kita untuk merenung dan bersyukur atas segala yang telah kita terima. Kita harus memperbanyak doa dan meminta kepada Yang Maha Kuasa agar senantiasa diberikan kekuatan dalam menghadapi tantangan hidup,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ratri menekankan bahwa malam 1 Suro juga dikenal sebagai malam yang mistis dan sakral di mana banyak orang percaya bahwa berbagai hal gaib dan spiritual dapat terjadi. “Kita semua harus berhati-hati dan waspada. Malam ini mengandung nuansa yang berbeda, sehingga kita perlu menjaga diri dan lingkungan kita,” tambahnya.
Tradisi ini bukan hanya sekadar ritual, tetapi merupakan cerminan dari kearifan lokal yang ingin mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga hubungan spiritual dengan Tuhan dan juga dengan sesama. Kasepuhan Pamencar Pramono Nyoto, yang dikenal dengan nilai-nilai kejawen, berperan aktif dalam membimbing generasi muda untuk memahami dan menghargai makna dari malam 1 Suro ini.
Dalam suasana yang penuh harapan dan refleksi, masyarakat diharapkan dapat berkumpul, berbagi cerita, dan melakukan aktivitas positif yang dapat memperkuat tali silaturahmi. Ratri Iswanto juga mengajak semua orang untuk tidak hanya fokus pada aspek mistisnya, tetapi juga untuk menjadikannya sebagai momentum untuk introspeksi dan perbaikan diri.
Dengan semangat kebersamaan dan doa, Kasepuhan Pamencar Pramono Nyoto mengingatkan bahwa malam 1 Suro adalah waktu yang tepat untuk menguatkan niat dan tekad dalam menjalani kehidupan. “Mari kita sambut malam suro dengan hati yang bersih, penuh harapan, dan penuh doa agar kita senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalani setiap langkah,” tutup Ratri Iswanto.
Melalui ajakan ini, masyarakat diharapkan dapat merayakan malam 1 Suro dengan penuh rasa syukur dan kewaspadaan, menjadikan momen ini sebagai langkah awal untuk meraih masa depan yang lebih baik dan bermakna.
Penulis : Ratri Iswanto