Pewarta : Muslim LM.
LINTASMATRA.COM – PASURUAN. “Penjualan menurun. Pengunjung juga. Kurang lebih 50 persen lah dalam seminggu terakhir, biasanya yang datang 40 orang yg nongkrong sambil ngopi per hari, sekarang kira-kira 20-an orang saja,” kata inisial ungkap sekar saat di Konfirmasi tim media lintasmatra pasuruan, Selasa (07/04/2020).
Sebut saja ‘Sekar’mengaku penjualannya juga terdampak oleh wabah covid-19. Namun, menurutnya dampak terhadap omzetnya tidak terlalu parah atau bisa di katakan nutut.
Namun, Sekar mengaku penjualan offline atau secara langsung di warung pinggir jalan turun drastis dalam seminggu terakhir. Dia hanya menjual sekitar 8 renteng shaset kopi dalam waktu seminggu. Penjualan tersebut menurun dari 15 renteng shaset kopi dan kue terjual dalam satu pekan.
“Kalau penjualan secara langsung pastinya sangat terdampak, karena orang yang mampir sambil ngopi juga sudah sangat berkurang. Biasanya saya jual bisa 15 renteng kalau langsung, ini cuma 8 renteng saja seminggu,” tuturnya.
Berbeda dari kedua pedagang, AMG, pemilik toko sembako di rumahnya di lingkungan pinggir jalan raya wonosari kecamatan gondangwetan kabupaten pasuruan yang sama mengaku penjualannya meningkat, terutama pada awal diberlakukannya imbauan menetap di rumah kepada masyarakat.

AMG menyebut penjualannya terutama barang kebersihan seperti sabun dan shampoo serta obat-obatan laku keras di minggu-minggu pertama.
“Minggu awal itu laku keras, pada borong alat kesehatan, obat-obat, lalu alat kebersihan kayak shampoo, sabun, cairan pembersih itu laku sampai ludes,” ucapnya.
Namun, ketika himbauan diam di rumah mulai berlaku, penjualannya mulai merosot. Ia khawatir, dirinya serta pedagang dan penjual warung kopi pinggir jalan bisa terus merugi apabila imbauan tersebut terus berjalan.
“Ya agak khawatir sekarang, karena sudah kelihatan sekali mulai sepi yang datang ke warung warung kopi dan toko pinggir jalan, takutnya rugi, apalagi virus ini juga kan gak tahu sampai kapan (berakhir),” ungkapnya.
AMG mengaku kini pedagang warung kopi,toko toko pinggir jalan raya wonosari telah bekerja sama aparat setempat untuk membuat langkah antisipasi.Ia mengaku kini di setiap tempat tempat usaha telah disediakan hand-sanitizer yang dapat digunakan oleh pedagang atau pun pengunjung yang nongkron dan belanja.
“Alhamdulillah, sudah ada langkah juga diambil pemilik warkop dan toko sama aparat setempat. Sudah diberi hand sanitizer di stiap toko dan warung lalu kalau ada pengunjung yang gak pakai masker biasanya ditegur pemilik warkop dan toko, lalu di himbau jaga jarak, begitu” pungkasnya.
Namun sayangnya, AMG mengaku saat ini belum disediakan masker bagi para Konsumen. Ia berharap pemerintah dapat membantu para pedagang dan masyarakat dengan menyediakan masker di toko dan warung, sehingga dapat memberikan rasa aman kepada seluruh konsumen tokoh dan warung.
“Mudah-mudahan juga kalau ada masker, pengunjung juga nambah,” ujarnya.