Pewarta : Andry LM.
LINTASMATRA.COM – PROBOLINGGO. Sekira pukul 10.50 wib, di Desa Jambangan Kec. Besuk Kab. Probolinggo telah dilaksanakan pemakaman Jenazah Faiz Afkarina (Pr) usia 20 tahun. Senin (6/4/20).
Dari informasi yang didapat oleh tim media, Faiz Afkarina sebelumnya bekerja di Bali sebagai Cleaning Service di Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali. Faiz yang di golongkan berstatus orang dalam pantauan (ODP) karena dia baru pulang dari Bali.
Diperoleh riwayat perjalanan dari Sdri. Faiz afkarina hingga mengalami sakit dan meninggal dunia adalah sebagai berikut :
1. Yang bersangkutan bekerja sebagai OB/Cleaning service di Bandara Ngurah Rai Bali sejak tahun 2018 hingga sekarang.
2. Pada tanggal 19 maret 2020 Sdri. Faiz sempat mengalami sakit pusing dan mual, sempat periksa ke Rumah Sakit Sangla Denpasar dan 3 hari kemudian sembuh, dan diagnosa Dokter karena Anemia dan Dehidrasi tidak dirawat namun istirahat di Kos.
3. Pada tanggal 21 Maret 2020 Sdri. Faiz pulang ke Desa Jambangan, Kec. Besuk, Kab. Probolinggo, dan pada tanggal 26 Maret 2020 yang bersangkutan berobat kembali ke Puskemas Bago Kec. Besuk karena keluhan pusing dan mual namun tidak demam. Faiz dirawat 2 hari kemudian tanggal 28 Maret sembuh dan pulang sendiri.
4. Tanggal 5 April 2020 jam 10.30 wib Sdri. Faiz berobat ke Rumah Sakit GRAHA SEHAT dengan keluhan Pusing, Sesak dan Mual kemudian dari RS. Graha Sehat dirujuk ke RS. Waluyojati Kraksaan dan masuk RS Waluyojati jam 15.30 wib, kemudian langsung ditempatkan di ruang Isolasi hingga meninggal dunia hari Senin tanggal 6 April 2020 jam 05.30 wib.
5. Untuk hasil SWAB belum diketahui karena baru dikirimkan ke Lab tanggal 5 April 2020 ke Surabaya dan status Pasien ditetapkan ODP sembari menunggu hasil SWAB, sehingga pemakaman dilakukan dengan Protokol Kesehatan.

Pada saat jenazah di rumah sakit, dari pihak keluarga pasien sempat marah karena ingin dimandikan dan memproses jenazah sebagaimana orang islam pada umumnya, namun setelah diberikan pengertian oleh Forpimka Besuk akhirnya keluarga almarhumah memahami dan menyerahkan proses pemakaman kepada Pihak RS Waluyojati Kraksaan.
Selanjutnya Jenazah diantarkan menggunakan Mobil Jenazah RS. Waluyojati Kraksaan dengan petugas RS yang menggunakan APD yang telah ditentukan.
Kemudian proses pemakaman dari petugas makam juga menggunakan APD sebagaimana protokol Kesehatan, dan dari pihak keluarga maupun dari tetangga sekitar hanya melihat dari kejauhan tidak ada yang mendekat ke Jenazah.
Pihak Forpimka menghimbau agar untuk kegiatan tahlilan diselenggarakan dengan mengundang pihak keluarga saja paling banyak 10 orang dan posisi duduk juga dijaga jaraknya.
Kemudian dari pihak tuan rumah menyediakan tempat cuci tangan menggunakan Sabun, dan setelah pemakaman dari pihak Puskemas Besuk melakukan penyempotan Desinfektan di rumah duka.(capt)