PEWARTA : MUSLIM LM.
LINTASMATRA.COM – PASURUAN – KRATON.
Proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) atau plengsengan yang dianggarkan dari dana silpa Tahun 2019 yang di kerjakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Selotambak yang berada di Dusun Krajan, kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, di duga dikerjakan asal jadi.
Dengan menghabiskan anggaran dana silpa sebesar RP,40.065.000,- (Empat Puluh Juta Enam Puluh Lima Rupiah) untuk membangun TPT/Plengsengan dengan volume 45m x 1,50m x 30cm 2 sisi. Diduga berjalan tidak selayaknya pekerjaan proyek pemerintah pada umumnya, dimana pekerjaan plengsengan ini untuk campuran pasir dan semen yang digunakan untuk pemasangan batu diduga tidak sesuai dengan aturan yang ada di RAB .
Di duga demi mendapat keuntungan lebih yang lebih besar, pembangunan proyek tersebut memakai semen ber merk merahputih.
Lebih – lebih mekanisme pengerjaan nyapun asal asalan dengan tidak mengindahkan debit air yang besar dengan kata lain tidak dilakukan pengeringan sementara dlm proses proyek pengerja’an berjalan.
Saat Awak Media bersama tim turun memantau pekerjaan, kepada salah satu pekerja, punyak siapa proyek ini kok ngerjakannya kayak begini, ucap awak media.

Salah satu pekerja yang enggan di sebutkan namanya memberi
jawaban “saya belum tau saya baru ikut mas”, tuturnya.
Lebih lanjut awak media mempertanyakan, siapa yang bertanggungjawab atas proyek ini, orang itu menjawab pak inggih ji udin yang mana ber setatus sebagai kepala desa selotambak.
Sebelum berita ini di terbitkan awak media sudah menghubungi dan temui kepala desa selotambak malah berkata “saya sudah pasrah kan pengerja’an proyek itu ke sekretaris desa/carik dan warga .untuk di lapangan jujur saya tidak tau”, paparnnya.
“Malah saya berusaha mencarikan talangan utang d luar untuk pengerjaan proyek silpa ini dan apa bila tidak di kerjakan untuk tahapan Selanjutnya tidak bisa di serap,tambah Kades.
“Saya heran dengan aturan pemerintah sekarang”, ungkapnya.
Ditempat terpisah, saat dikonfirmasi oleh awak media Camat Kraton Haris mengaku telah memanggil kades selotambak untuk melakukan pembinaan,Jumat (8/5/2020).