LINTASMATRA.COM-SITUBONDO.
SITUBONDO – Bupati Situbondo, Drs. H. Karna Suswandi, MM, menghadiri acara Festival Petik Kopi Situbondo di Dusun Taman Dadar dan Taman Rejo Desa Curah Tatal Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo, Minggu, 22/05/2022
Berita yang dihimpun Lintasmatra.com. lokasi perkebunan kopi di Taman Dadar dan taman Rejo, melewati jalan agak ekstrim sehingga Bupati menggunakan motor trail
Meskipun demikian kelelahan saya bisa terobati dengan adanya sambutan hangat oleh masyarakat khususnya para petani kopi, dan disepanjang jalan disambut oleh siswa – siswi serta dewan guru disana,”tutur Bung Karna

“Perkebunan kopi yang ada di Taman Dadar dan Taman Rejo Desa Curah Tatal tidak asing bagi saya karena masih satu Desa dengan kelahiran saya, dulu saya dengan teman kampung pernah kesini dengan menggunakan sepeda onhtel.”bebernya
“Atas kehadiran Bupati Situbondo, sapaan akrapnya, Bung Karna, merupakan penghargaan bagi masyarakat Taman Dadar dan Taman Rejo, karena baru kali ini Bupati masuk di kampung saya,”kata warga disana
Dalam acara tersebut, Bung Karna, menyampaikan, jadilah petani kopi yang bisa menghasilkan kopi yang berkualitas, sebab nantinya kopi Arabika akan di branding Golden Wood Coffee yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo
“Tentunya Kopi Arabika Situbondo ini sebagai komoditas unggulan ekspor. Untuk itu, pemerintah daerah mengadakan acara Festival Petik Kopi Situbondo (FPK)” sampai Bupati Karna
Lebih lanjut, Bung Karna, mengatakan, untuk mendapatkan kualitas Kopi Arabika Situbondo yang unggul, tentunya harus mengikuti SOP yang ada. semua tergantung para petani kopi disini
“Lalu pembicaraan saya dengan perwakilan Puslit Kopi dan Kakao. Bahwa kopi di Taman Dadar dan Taman Rejo memiliki kualitas bagus dan bisa dikelola sesuai dengan SOP.
Lebih lanjut Bupati Karna mengungkapkan, SOP tersebut meliputi pemetikan Kopi Arabika dimulai dari buah kopi yang sudah berwarna merah. “Kalau masih hijau atau kuning, jangan dulu dipetik, karena itu akan bisa mempengaruhi kualitas kopi,” paparnya.
Begitu juga untuk menghasilkan kopi yang kualitas unggul, biji kopi direndam dalam air selama 24 hingga 36 jam. “Kenapa harus direndam, karena Kopi Arabika ini harumnya kuat kalau direndam dalam keadaan lama. Tetapi kalau rendamannya hanya setengah hari, tidak ada rasanya,” terangnya.
Bupati Karna berharap, Kopi Arabika Situbondo menjadi komoditas unggulan dan ekspor. “Karena para pembeli kopi, itu pasti mencicip rasanya. Apalagi pembeli dari luar negeri,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Petik Kopi Situbondo, Kholil, menyampaikan bahwa di Desa Curah tatal ada sekitar 450 hektare lahan Kopi Arabika. “Untuk yang sudah produksi, ada sekitar 320 hektare. Sementara untuk sisanya, merupakan tanaman baru,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kholil menyampaikan Festival Petik Kopi Situbondo ini merupakan langkah Pemkab Situbondo, sebelum menggelar Festival Kopi Nusantara di Juni mendatang. “Sebenarnya, festival ini adalah pemanasan kita untuk mengadakan festival even lebih besar,” terangnya.”(mito)
Pewarta : ar MY to
Publisher : Hariyanto, SH