Sudah Kondusif, Pedagang Pasar Desa Wonosari Satu Tekad Satu Hati

LINTASMATRA.COM-PASURUAN.

T U T U R – Penuh kekraban dan damai, pada Sabtu 06-08-2022 beberapa awak media Pasuruan dengan didampingi H.Muin Hanafi, disambut oleh pengurus paguyuban pasar desa Wonosari Tutur Pasuruan. Pengurus Paguyuban bersama beberapa pedagang pasar tersebut tampak ceria dan familier, menyampaikan bahwa situasi pasar desa Wonosari sudah kondusif dan pedagang kembali bekerja dengan semangat dan tenang.

Hal ini disampaikan oleh Rudi selaku ketua paguyuban pasar desa Wonosari kepada beberapa awak media Pasuruan.” Kami dan beberapa pengurus paguyuban dan seluruh pedagang pasar Wonosari berterima kasih kepada teman teman wartawan yang telah memberitakan dengan baik dan berimbang.” Sampainya.

“ Pemberitaan media PATROLI, LINTASMATRA dan media BUSER telah membuat para pedagang menjadi tenang dan damai serta membuat pedagang kembali bekerja dengan penuh semangat karena sudah tidak ada lagi pemanggilan kepada para pedagang pasar.” Tambah Rudi yang dibenarkan oleh para pedagang pasar yang hadir.

Dikabarkan sebelumnya bahwa Polemik pedagang pasar desa Wonosari dengan pihak pemerintahan desa dan BPD Wonosari, berkembang kepada rasa kecewa bagi masyarakat Wonosari Tutur Pasuruan. Pasalnya BPD yang notabene menjadi representasi wakil rakyat di desa Wonosari justru berkolaborasi dengan kepala desa untuk melaporkan para pedagang pasar kepada Polres Pasuruan, atas dugaan korupsi. “MEMANG TAMPAK LUCU”.

Akibat dari sikap kasar dan arogan dari pihak Kades dan BPD Wonosari tersebut, mengakibatkan pegadang dan tokoh masyarakat desa Wonosari, berharap agar pihak penegak hukum bergerak untuk melakukan penyelidikan dugaan adanya penyimpangan anggaran desa. Dan warga berharap agar BUMDes Sukses Makmur diaudit anggarannya.
Hal ini disampaikan oleh Suharto, 46 tahun ( nama minta di samarkan / red ) kepada LINTASMATRA.COM dan beberapa awak media lainnya.

” Ya kami sangat kecewa dengan tindakan kades dan BPD Wonosari, mereka bersikap kasar dan arogan kepada pedagang pasar, oleh karena kami juga berharap agar pihak penegak hukum melakukan penyelidikan dugaan penyimpangan anggaran desa dan kami berharap agar BUMDes Sukses Makmur diaudit anggarannya, contohnya uang sewa dari BRI sebesar 350 juta, katanya untuk beli tanah di dusun Karanganyar untuk TPS 3R itu tidak transparan dan terkesan mencurigakan.” Jelas Suharto dikediamannya (muin/dia/ine/tim )

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.