LINTASMATRA.COM-PASURUAN.

POHJENTREK -Viral sebuah video di group WhatsApp,yaitu dengan adanya kejadian seseorang warga meninggal dunia diarea persawahan.Di dalam video tersebut para warga berusaha mengevakuasi jenazah dengan menggunakan Amben / balai-balai dari bambu yang digunakan sebagai tempat tidur atau tempat duduk.Sabtu (21/01/2023)
Menurut dari keterangan yang beredar, kejadian tersebut berada di Desa Sungi wetan,Kecamatan Pohjentrek,Kabupaten Pasuruan.
Saat video di putar terlihat disitu para warga di saat mengevakuasi jenazah, seperti adanya kekecewaan dan geram dengan menyebut nyebut Ambulance Desa.
Menurut dari informasi yang didapat , warga sebetulnya ingin bermaksud memakai ambulance Desa untuk mengevakuasi jenazah akan tetapi ditolak oleh pemerintah Desa setempat dengan dalih bahwa ambulane bukan untuk mengangkut Jenazah.
Tidak sampai disitu,beredar pula keluhan warga secara tertulis di Group WhatsApp yakni seperti tulisan dibawah:
_Gmn tindakan …….di buat pajangan ta ambulan iku ….di buat arak2 manten ta ambulan desa itu………..gimana kebijakan pemerintahan desa sungiwetan dan pemerintahan kecamatan Pohjentrek…. Kenapa semua tu2p mata…._
Jika ditulis serta diartikan dengan benar yaitu :
Gimana tindakannya,apa hanya di buat pajangan saja ambulan itu, atau dibuat hanya untuk iringan Manten (orang Nikah) saja ,dimana kebijakan pemerintah Desa (pemdes) Sungi wetan dan Pemerintahan Kecamatan Pohjentrek, Kenapa semua tutup mata.
Di dalam video juga ada salah satu warga mengatakan,” gimana kalau seperti ini, ini adalah darurat ,untuk apa ambulance itu ,mending di hancurkan atau di bakar saja dan di buang,”jelas warga di dalam video.(san)