LINTASMATRA.COM-PASURUAN.

REMBANG-Dampak besar terhadap lingkungan yang ditimbulkan oleh Pabrik Ale-Ale, yang terletak di Dusun Mojokopek, Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, sungguh luar biasa.
Warga Mojoparon selama bertahun-tahun menanggung dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh perusahaan tersebut, mulai dari sumur-sumur warga menjadi kering, yang mengakibatkan warga Mojoparon kekurangan air bersih, dan Sungai-Sungai menjadi tercemar.
Dengan didampingi Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI), warga Mojoparon tak merasa lelah menggelar unjuk rasa yang bermula dari depan Kantor Desa Mojoparon hingga di depan PT. MAS Ale-Ale, Bahkan sudah terhitung 4 kali orasi hingga saat ini , Adapun warga menuntut perusahaan agar menyediakan air bersih dilingkungan warga Mojoparon seperti hal tuntutan pada orasi sebelumnya
Salah satu warga wakil dari emak-emak, melakukan orasi, yang menuntut agar perusahaan PT. MAS, untuk segera merespon keinginan warga, untuk penyediaan air bersih.
“Sebetulnya keinginan kami sederhana, agar apa yang jadi keluhan warga diperhatikan, kami butuh air bersih, dan memprioritaskan lingkungan setempat dalam perekrutan karyawan, karena sekarang perusahaan Ale-Ale, karyawannya didominasi oleh orang luar daerah”,tegasnya.
Lebih lanjut emak-emak menyampaikan, agar pihak manajemen jangan terlalu mempercayai kades Mojoparon, karena Kades sekarang tidak becus sebagai seorang pemimpin, dia hanya peduli pada kepentingannya sendiri, kepentingan masyarakat tidak diperhatikan, makanya selama masa dia jadi kades, makin banyak masalah dan sering didemo warga, tandasnya.
Selanjutnya Abdul Rochman selaku ketua investigasi lapangan LMPI, dalam orasinya menyuarakan keluhan Warga Mojoparon, bahwa memang sudah jelas keinginan warga, yang menginginkan respon dari pihak perusahaan Ale-Ale, terhadap keluhan Warga yang selama bertahun-tahun mereka rasakan.
“Hari kami sudah melakukan unras yang ke-4 kalinya, tetapi pihak manajemen PT. MAS, seakan-akan buta terhadap dampak lingkungan yang dikeluhkan warga selama bertahun-tahun, akibat aktivitas PT. MAS. Perusahaan hanya mementingkan bisnisnya tanpa memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkannya”,tegasnya.( San)