LINTASMATRA.COM-PASURUAN.
Pembangunan gedung kantor instalasi farmasi RSUD Grati senilai Rp. 8,727,465.891.00 yang dikerjakan oleh CV. RENNO ABADI beralamat di Jl. Danau Brantas Timur H5. J.27 Kota Malang mendapat sorotan dari para penggiat.
Berbagai hal temuan dilapangan misalnya progresif pekerjaan yang dinilai lambat, konstruksi bangunan yang kurang maksimal atau diduga tidak sesuai dengan spesifikasi mutu dan kualitas sesuai dengan RAB, dan tidak memenuhi sertifikasi uji tarik besi dan beton serta minim peralatan pengamanan dan keselamatan bagi para pekerja padahal sudah terpenuhi dalam RAB K3S, namun hal tersebut seolah dikesampinkan oleh pelaksana pekerjaa dengan alasan sudah ada konsultan pengawasan dan sudah memenuhi spesifikasi serta pekerjaan tersebut sudah ada pendampingan baik internal maupun LSM.
Dalam penelusuran awak media terkait dengan masalah tersebut ditemukan bahwa pekerjaan pembangunan gedung dan kantor instalasi farmasi senilai 8,7 Milliar tersebut dibelakangnya ada oknum pegawai Dishub Kab. Pasuruan yang berperan menata dan pengaturan pekerjaan, mulai dari lelang sampai pada pendampingan oleh LSM, sempat awak media dihubungi oleh oknum tersebut untuk tidak memberitakan dengan alasan pekerjaan tetsebut miliknya oknum anggota DPRD Kab. Pasuruan.
Menanggapi hal tersebut ketua Forum Rembuk Masyarakat Pasuruan (FORMAT) Ismail Makky mengatakan tidak menutup kemungkinan pembangunan tersebut adanya pengkondisian dan pengaturan proyek atau mafia proyek, yang jelas jika hal tersebut benar adanya maka pihak-pihak lain mulai dari ULP, PU CIPTA KARYA dan pelaksana konstruksi serta oknum lainnya, Kejaksaan harus segera memanggil dan memeriksa terkait mafia proyek” ujarnya.
Ditambahkan pula bahwa pembangunan gedung dan kantor instalasi Farmasi tersebut dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan dalam hal kesehatan, jangan sampai hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak dikorupsi atau molor penyelesaiannya, kami akan segera meminta kepada Kejaksaan Negeri melalui surat untuk segera menindaklanjuti masalah tersebut.” imbuhnya(pwrt met)