
LINTASMATRA.COM – SITUBONDO. Forum gerakan lintas aspirasi rakyat / gelar/ berpendapat . Bahwa pengadaan barang atau jasa di ULP atao Pokja Situbondo bukan hanya tidak transparan lagi melainkan menjadi permainan para kontraktor Lukman hakim SH menegaskan setemen tersebut berdasarkan fakta yg terjadi terhadap beberapa sefe. Yang digugurkan di tahap penawaran harga.
Sebut saja sefe laki-laki dan sefe amire keduanya di gugurkan dengan alasan yang tidak prosedural, Bahwa sefe laki-laki digugurkan dengan alasan ; a, dokumen RKk tidaknya sesuai dengan yang di peragakan dalam LDP sebagai mana tercantum dalam BAB III instruksi kepada peserta (Ikp) b. Tidak memiliki fakta intrek ritas ke pemilikan perolehan material elegal padahal ke dua duanya sudah di cantungkan dalam LDP atao LDK Waktu di temoi oleh perum Gelar di kantor ULP ato Pokja ( hotip) menyatakan bahwa pernyataan material legal harus di buat oleh PC yg bersangkutan ( Laki Laki) padahal sefe tersebut sudah mendapat dukungan dari asusiasi material legal belum menyampaikan alasan tersebut pokja menyatakan sefe laki laki tidak memenuhi sarat efaloasi adminitrasi jawaban tersebut sudah tidak kunsisten dan tidak mendasar sedangkan yang dari sefe Amira bernasib sama di gugurkan di tahap penawaran dan bahkan sefe Amira sudah mengikuti tender sebanyak tiga kali namun tetap saja di gagalkan seharusnya ULP atao Pokja berwenang untuk menunjuk langsung sefe yg sudah mengikuti tender sebanyak tiga kali sebagaimana ketentuan yg berlaku Berdasarkan hal tersebut ketua forum Gelar Lukman hakim SH.
Mengklarifikasi langsung kepada dodik sebagai Pokja namun jawabannya ” barangkali data yang di kirim sefe Amira alasannya terselip mas Lukman ” dengan demikian ada modus dan alasan yg buat buat yg intinya hanya untuk memenangkan sefe tertentu jalas hal ini merupakan ke curangan / kejahatan korporasi dan bertentangan dengan Perpres nomer 16 /2018 jasa kontruksi dan Lppk Maka oleh karena itu kami sebagai forum Gelar mendesak agar ULP atao Pokja segera menggagalkan sefe bakti Nosa yg di menangkan dengan cara yang tidak teranparan dan akun tabel dan apa bila ini tidak di respon kami akan mengadakan demonstrasi besar besaran di depan kantor Bupati dan DPRD. (Bun/Mito)
