By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Lintas Matra - Media Online NasionalLintas Matra - Media Online Nasional
  • Kabar Daerah
    • Banyuwangi
    • Batu
    • Blitar
    • Bojonegoro
    • Gresik
    • Kediri
    • Lamongan
    • Lumajang
    • Malang
    • Mojokerto
    • Pasuruan
    • Probolinggo
    • Sampang
    • Sidoarjo
    • Situbondo
    • Surabaya
    • Tuban
    • Tulungagung
  • Kabar Pendidikan
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
    • Kabar TNI AD
    • Kabar TNI AL
    • Kabar TNI AU
  • Nusantara
Cari
Entertainment
  • Kabar Daerah
    • Banyuwangi
    • Batu
    • Blitar
    • Bojonegoro
    • Gresik
    • Kediri
    • Lamongan
    • Lumajang
    • Malang
    • Mojokerto
    • Pasuruan
    • Probolinggo
    • Sampang
    • Sidoarjo
    • Situbondo
    • Surabaya
    • Tuban
    • Tulungagung
  • Kabar Pendidikan
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
    • Kabar TNI AD
    • Kabar TNI AL
    • Kabar TNI AU
  • Nusantara
  • Dewan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Kami
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Kami
© 2025 Lintasmatra.com | Supported by Masansoft Digital Solution
Reading: Komunitas Pemandu Wisata Sejarah (PWS) Hadiri Acara Cap Go Meh Di Kelenteng Eng An Kiong
Share
Font ResizerAa
Lintas Matra - Media Online NasionalLintas Matra - Media Online Nasional
Font ResizerAa
  • Kabar Daerah
  • Kabar TNI
  • Kabar Polisi
  • Kabar Pemerintahan
  • Dewan Redaksi
  • Kontak Kami
Cari
  • Kabar Daerah
    • Banyuwangi
    • Batu
    • Blitar
    • Bojonegoro
    • Gresik
    • Kediri
    • Lamongan
    • Lumajang
    • Malang
    • Mojokerto
    • Pasuruan
    • Probolinggo
    • Sampang
    • Sidoarjo
    • Situbondo
    • Surabaya
    • Tuban
    • Tulungagung
  • Kabar Pendidikan
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
    • Kabar TNI AD
    • Kabar TNI AL
    • Kabar TNI AU
  • Nusantara
Follow US
  • Dewan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Kami
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Kami
© 2025 Lintasmatra.com | Supported by Masansoft Digital Solution
Lintas Matra - Media Online Nasional > Blog > Kabar Daerah > Malang > Komunitas Pemandu Wisata Sejarah (PWS) Hadiri Acara Cap Go Meh Di Kelenteng Eng An Kiong
Malang

Komunitas Pemandu Wisata Sejarah (PWS) Hadiri Acara Cap Go Meh Di Kelenteng Eng An Kiong

Last updated: 11 Februari 2020 06:38
Hariyanto SH
Share
15 Min Read
SHARE

LINTASMATRA.COM – MALANG. Di kutip dari WIKIPEDIA, Cap Go Meh (Ejaan KBBI: Capgome; HANZI: 十五暝) melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia.

Istilah ini berasal dari Dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari.

Perayaan ini dirayakan dengan jamuan besar dan berbagai kegiatan. Di Taiwan ia dirayakan sebagai Festival Lampion. Di Asia Tenggara ia dikenal sebagai hari Valentine Tionghoa, masa ketika wanita-wanita yang belum menikah berkumpul bersama dan melemparkan jeruk ke dalam laut suatu adat yang berasal dari Penang, Malaysia.

Di Indonesia sendiri khususnya di Kota Malang, tradisi Cap Go Meh juga sudah ada sejak lama, seperti halnya yang dilakukan oleh komunitas Pemandu Wisata Sejarah (PWS) Kota Malang yang menghadiri acara Cap Go Meh di Kelenteng Eng An Kiong yang terletak di Jl.Martadinata Kota Malang.

Kunjungan yang dilakukan pada hari Sabtu (8/2/20) lalu, rombongan diterima langsung oleh
humas sekaligus pemimpin rohani kelenteng Eng An Kiong “Bunsu Anton.”

Kepada rombongan dan masyarakat yang hadir, Bunsu Anton menyampaikan sejarah kelenteng dan menjelaskan makna acara Cap Go Meh yang merupakan bentuk syukur kepada Tuhan atas Tahun Baru (bentuknya dengan membagikan rejeki kepada semua warga tanpa pandang agama).

Kepada media lintasmatra.com, salah satu rombongan dari PWS, Ratna Arya menyampaikan, “Ya dalam giat ini PWS bersilahturahmi dengan komunitas lintas agama dalam perayak-an tradisi Cap Go Meh.”

“Jejaring ini merupakan bentuk keikutsertaan Pemandu Wisata Sejarah (PWS) dalam menjaga harmonitas dalam keberagaman,” terangnya.

“Ini juga sebagai bukti bahwa di Malang masih ada saling toleransi antar umat beragama, dan giat ini harus terus dipertahankan,” imbuhnya. (WO-LM)

You Might Also Like

Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Warga Dusun Kaligading Desa Sumberkerto Gelar Sholawat Nariyah Indonesia

Transparansi dan Komitmen Pembangunan, Kades Tlogosari Lilik Rahayu Paparkan Rencana Prioritas Dana Desa Tahun 2026

SPPG Desa Putukrejo Kecamatan Kalipare Diresmikan Wakil Bupati Malang

Bentuk Dukungan TNI, Danramil 0818/13 Kalipare Kapten Cke Bakirin Hadiri Peresmian Dapur SPPG Desa Putukrejo

Wujudkan Mimpi Warga, Danramil Sumberpucung dan Masyarakat “Lembur” Bangun Jembatan Gantung Garuda

Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article Gubernur AAL Hadiri Serah Terima Jabatan Danjen Akademi TNI
Next Article Terlibat Home Industri, Berlatar Belakang Oknum LSM Dan Oknum Wartawan Di Grebek Satreskoba Polres Pasuruan
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”847″]

Lintas Matra - Media Online NasionalLintas Matra - Media Online Nasional
Follow US
© 2025 Lintasmatra.com | Supported by Masansoft Digital Solution
  • Dewan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Kami
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Kami
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?