Pewarta : Yanti LM.
LINTASMATRA.COM-SIDOARJO. Situasi pandemi Covid 19 diperlukan kepedulian para pengusaha maupun masyarakat yang diberi rezeki lebih. Dengan akan di berlakukannya Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB), otomatis pergerakan masyarakat dibatasi. Memang pemerintah memberikan penganti tetapi apakah cukup dengan 14 hari berhenti beraktifitas bisa terkondisikan pangan warga. Kami melalui gerakan rakyat Topik Kwalik yang mana Mas Kelana sebagai pendorong utama untuk kepedulian berbagi sembako, sarung, masker dan mungkin kopyah. Sabtu (25/04/2020).
Presiden Topi Kwalik H.Dondik A S menyampaikan,” kami berharap dengan sembako yang kita berikan bisa meringankan beban warga dan sarung bisa digunakan untuk beribadah di bulan yang penuh ampunan dan maghfiroh yaitu bulan Ramadhan. Ini permulaan dari pembagian dan untuk tahap berikutnya mungkin akan lebih banyak lagi yang akan diberikan kepada masyarakat. Di sela – sela situasi yang semua pada posisi kepanikan terhadap wabah Covid 19 dan diberhentikannya kegiatan bekerja, Mas Kelana sempat berujar kasihan melihat masyarakat yang kurang beruntung. Untuk itu diperlukan kerja sama yang erat dari pemerintah dan pengusaha di sekitar,” Pesan Pengusaha Daging tersebut.
Karena untuk menyikapi pandemi korona dan kebijakan yang telah disepakati diperlukan kepedulian pengusaha yang peduli terhadap situasi itu. Banyaknya karyawan yang di rumahkan, usaha yang gulung tikar, apalagi usaha kecil, yang agak susah ini diperlukan satu kebesaran hati untuk peduli dan tentunya tujuanya agar virus Covid 19 segera berhenti. Tentunya diharapkan kita semua berdo’a agar wabah ini cepat berlalu.

“Kepedulian Mas Kelana meskipun tidak bisa turun secara langsung tetapi beliau tetap memikirkan masyarakat yang kurang beruntung. Dengan membantu meringankan dan membantu kebijakan pemerintah akan bisa mengurangi dampak virus Covid-19,” imbuhnya.
H.Dondik selaku pengerak topi kwalik menghimbau kepada kader dan masyarakat agar mengikuti pola hidup sehat dan menerima apapun yang telah diberikan kepada kita oleh allah SWT.
“Saya yakin allah tidak akan menguji umatnya dengan ketidak mampuan manusia, dan semua kalau kita syukuri dan kita lalui ujian ini insya Allah kita akan menjadi manusia yang naik kelas atau naik pola pikiran kita terhadap lingkungan ini. Saya juga berharap pemerintah segera menentukan arah kebijakan dengan tidak mengorbankan kelangsungan hidup manusia secara umum. Untuk itu para Ulama dan para Kyai diharapkan bisa memberikan motivasi kebaikan kepada masyarakat untuk bisa sering bersyukur dan terus bersyukur. Karena hari ini yang di butuhkan masyarakat adalah motivasi dan kepercayaan akan kuasa Sang Pencipta, dan tentunya mengikuti arahan petunjuk pemerintah,” Tutur Pria asal Prambon tersebut.