Semenjak pandemi pertama yang menjangkit masyarakat hingga hari ini masih berlangsung dan angka positif Covid 19 meningkat menurut data dari pemerintah. Maka dari itu berbagai kebijakan dan ketertiban warga masyarakat menjaga protokol kesahatan menjadi sangat penting.
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memiliki suatu Program Pengabdian Masyarakat Mitra Mahasiswa (PMM) Bhaktimu Negeri yang memiliki tujuan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam bentuk proker yang dapat membantu masyarakat.
Pengabdian kali ini dilakukan oleh Kelompok 44 yang di ketuai oleh Ananta Daffa A dan 4 anggota lainnya dengan di bombing oleh ibu Chalimatuz Sa’diyah, S.E., M.M yakni Dosen dari jurusan Manajemen UMM.
Dalam kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa UMM kelompok 44 memiliki beberapa proker kegiatan yang salah satu kegia memperkenalkan buatan sabun organik dari bunga mawar ini dengan diadakannya pelatihan dalam memperindah packaging dengan penambahan sticker dan sosialisasi menggunakan di Desa Sidomulyo. Kota Batu Dikenal sebagai Kota Bunga dikarenakan kota ini berada di dataran tinggi dengan berbagai macam bunga.

Awal mula ide ini muncul di karenakan desa yang menjadi tempat pelaksanaan pengabdian ini memilki berbagai jenis tanaman in door maupun out door yang pada dasarnya mata pencharian di desa siomulyo kec batu kabpaten malang berprofesi sebagai petani bunga. Bunga – bunga di Kota Batu ini ditanam dengan cara tradisional, memanfaatkan lahan yang ada. Untuk perawatan hanya menggunakan pupuk, pestisida, dan penyiraman secara berkala. Untuk pemetikan dan perawatan bunga juga hanya menggunakan gunting bunga, penyiram tanaman /watering pot, dll.
Bunga – bunga di desa ini sangatlah beranekaragam dan harga yang bervariasi. Sasaran penjualan mereka ditujukan kepada seluruh Kota di Jawa Timur, Jawa Tengah, bahkan luar Jawa juga menjadi sasaran pemasaran bunga – bunga yang ada di Kota Batu, Malang. Dengan adanya proker pembuatan sabun yang betujuan untuk membantu warga masyarakat desa sidomulyo untuk terus mengembangkan produk nya dengan membuat sabun organik yang bahan utamanya menggunakan bunga mawar segar.
Dengan begitu diharapkan petani bunga di desa sidomulyo tetap dapat bertahan ditengah pandemi Covid 19 untuk meningkatkan penjualanya dan mampu bersaing dengan petani bunga di berbagai derah di Indonesia.