LINTASMATRA.COM-MAKASAR.
Makassar – Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 57 gelombang 2 Universitas Muhammadiyah Malang yang dilaksanakan di rumah sendiri menjadikan mahasiswa berinisiatif untuk mengabdi kepada masyarakat, salah satunya dengan membantu siswa sekolah dasar di lingkungan sekitar untuk belajar serta adanya pendampingan langsung oleh mahasiswa.
Saat belajar di rumah pada masa pandemi Covid-19, teknologi sudah menjadi sahabat dekat setiap orang. Tak terkecuali Annisauf (23), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang. Diakui Annisauf, saat terjadi pandemi, proses pembelajaran siswa harus dilakukan dari jarak jauh, sama halnya dia sebagai mahasiswa. Apa yang dia lakukan adalah bagaimana agar siswa tidak bosan. Ia juga mengoptimalkan peran teknologi dalam menerapkan pembelajaran jarak jauh yang telah diterima siswa.

Salah satu yang digunakannya adalah dengan menggunakan media game edukasi, mengingat game saat ini menjadi media sosial yang digandrungi oleh siapa saja, tidak hanya orang dewasa, remaja tetapi juga anak-anak. Anak SD memainkan game yang bersifat memecahkan masalah, tidak hanya berkaitan dengan mata pelajaran yang dipelajari di sekolah saja.
Mahasiswa juga mengajarkan siswa SD untuk memahami sebab-akibat dan melatih pemikiran sistematik. Beberapa game edukasi untuk anak SD seperti ini biasanya tentang memori, koordinasi warna, matematika, perhatian secara detail dan ketangkasan.
Hal ini memotivasi anak SD untuk belajar dan mengetahui lebih banyak hal.
Sebagai contoh, Annisa sebagai mahasiswa yang mendapingi belajar siswa SD bisa mengadakan kuis mengenai pengetahuan umum atau kuis matematika dan tema belajarnya sesuaikan dengan pelajaran sekolah dan situasi.
Meski begitu, Annisa pastikan siswa SD tetap merasa senang selama proses “belajar” melalui games edukasi untuk anak SD ini berlangsung.