LINTASMATRA.COM-PASURUAN.
NGULING.”Dibanding kenangan manis, sepertinya lebih banyak kenangan pahit yang dialami Kuswanto semasa menjadi pelajar beberapa puluh tahun silam.
Mengingat memori masa lampau,Kuswanto tak melupakan untuk rutin meringankan beban para siswa yang tak mampu dan juga anak yatim piatu di SMP Negeri 2 Nguling Kabupaten Pasuruan.
Pemberian dispensasi itu merupakan bentuk kepedulian agar pendidikan bisa dirasakan sama oleh semua peserta didik, termasuk diantaranya para siswa yang tak mampu dan para anak yatim piatu.
Dari pantauan awak Media Lintasmatra.com,”Langkah mulia ini dilakukan Kuswanto sejak resmi dilantik menjadi Kepala sekolah SMPN 2 Nguling, tidak hanya meringankan 1 siswa saja, tetapi jumlahnya hingga tembus belasan siswa tak mampu dan anak yatim yang menempuh ilmu di SMPN 2 Nguling, Tak di pungkiri, gagasan Kuswanto itu memantik dukungan simpati dari berbagai kalangan di SMPN 2 Nguling-mulai kalangan orang tua murid, peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan serta pengurus komite sekolah kompak mengapresiasi.
“Peringanan biaya sekolah ini rutin saya laksanakan. Kasihan kepada siswa saya yang tak mampu itu,”ujar Kuswanto,”sabtu.(14/08/2021).
“Pak Kus menambahkan, keberpihakan tersebut dilakukan agar para siswa tak mampu tersebut bisa terus mengenyam ilmu hingga lulus di SMPN 2 Nguling Pasuruan,saya tak ingin ada siswa SMPN 2 nguling yang putus ditengah jalan hanya karena tak mampu membayar biaya sekolah,apalagi melihat situasi dan kondisi saat ini Pandemi covid yang tak kunjung berakhir, Makanya saya gratiskan khusus bagi belasan siswa tak mampu tersebut, tak hanya dipicu oleh penggratisan siswa tak mampu tetapi juga peningkatan sarana dan prasarana sekolah serta penyaluran bakat dana minat siswa. “Alhamdulillah SMPN 2 Nguling kini semakin maju,” pungkas Kuswanto.
Pewarta : San/Nayah LM.