LINTASMATRA.COM-SITUBONDO.
SITUBONDO – Program Pemkab Situbondo untuk merelokasi para pedagang ke pasar baru tentunya sudah sesuai prosedur yang patut dijalani oleh pedagang pasar.
“Tentunya dengan adanya dua pasar tradisional di Besuki berarti Besuki sudah menunjukkan roda perekomian semakin baik dari tahun-tahun sebelumnya dengan pangsa pasar sesuai kebutuhannya.
“Olehnya, Buhari Muslim, selaku Sekretaris LSM Reformasi, yang bermarkas di Kecamatan Besuki, heran dengan adanya gejolak relokasi yang dilakukan Pemkab Situbondo berbuntut pro dan kontra
Berita yang dihimpun Lintasmatra.com. Buhari menyampaikan, adanya pedagang pasar yang enggan untuk direlokasi hanya berapa orang saja, tentunya LSM Reformasi dan LSM JKM akan terus menelusuri siapa dibalik panggung politik yang masih belum terobati,” sindir Buhari
Kemudian atas penelusuran fakta kebenaran, masyarakat Besuki sangat mendukung adanya pasar tradisional yang baru baik tokoh masyarakat dan tokoh agama, begitu juga lintas Parpol,”terangnya

Selanjutnya, atas responsif tokoh agama, KH. Syaiful Islam, selaku Pengasuh Pondok Pesantren Al Amanah Besuki saat didatangi LSM Reformasi dan LSM JKM, beliau sangat mesespon adanya relokasi pedagang pasar lama terhadap pasar yang Baru
KH.Syaiful Islam, sangat menyayangkan adanya pedagang menolak direlokasi ke pasar yang baru bukannya disana sudah disediakan fasilitas oleh Pemkab Situbondo
Lebih lanjut, KH. Syaiful Islam, mengatakan, nantinya apabila PKL sudah pindah ke Pasar yang baru Insya’Allah pengunjung pasar akan berbelanja di pasar yang baru, sedangkan ditempat yang lama akan terlihat jalan yang bersih serta tidak mengganggu akses jalan umum
Ditempat terpisah, Ketua LSM JKM, Armito, yang akrap dipanggil Bang Mito, menyampaikan, adanya pengakuan pedagang bahwa petugas Pol PP waktu razia merampas barang dagangannya itu tidak benar, petugas hanya mengamankan, karena mereka sudah diperingati berkali-kali tetap tidak mengindahkan malah menantang petugas.
Awalnya LSM JKM Kabupaten Situbondo juga menyesalkan petugas Pol PP atas viralnya Vedio tersebut, bahwa pedagang tahu tempe dagangannya diambil oleh petugas saat dirazia
Kemudian, atas konfirmasi saya terhadap Kadis Pol PP, Buchori. Menyampaikan, semua tidak benar, memang ada beberapa pedagang pasar selalu menantang petugas termasuk orang yang Viral di Vedio itu.” tutur Bang Mito
Lebih lanjut, Kadis Pol PP, Buchori menyampaikan, razia pasar bukan kali itu bahkan ± sudah empat kali diadakan sosialisasi dan konsolidasi terhadap para pedagang pasar bahwa akan dilakukan relokasi ke pasar yang baru oleh Pemkab Situbondo,”sampainya
Olehnya, Lembaga Swadaya Masyarakat, Jaringan Kemitraan Masyarakat ( LSM JKM ) Kabupaten Situbondo selalu bermitra terhadap para pedagang pasar sehingga bisa menjadi pedagang yang bersenigritas terhadap pemerintah Kabupaten Situbondo
“Karena para pedagang pasar tradisional tetap menjadi binaan Diskoperindag, baik fasilitas bahkan Pengembangan modal usaha bisa mengajukan melalui UMKM yang sekarang sudah menyatu di Diskoperindag Kabupaten Situbondo.”kata Bang Mito
Harapannya, untuk pedagang pasar tradisional di Besuki mari gunakan fasilitas pasar yang telah dibangun Pemerintah Kabupaten Situbondo, tentunya para PKL kalau sudah pindah semua ke pasar baru pasti konsumen atau pembeli akan datang kesana,”imbuhnya.”(zek/red)