LINTASMATRA. COM-PASURUAN.
Polemik ramainya pemberitaan terkait proyek pembangunan kantor bupati dan kantor OPD dilingkungan kompleks perkantoran Raci, mendapatkan sorotan dari anggota DPRD dan para penggiat lsm, munculnya beberapa isu terkait proyek tersebut mulai dugaan adanya pengkondisian lelang , tidak jelasnya sertifikasi Teknik terhadap uji besi dan uji beton yang masih diragukan, penghadangan oleh preman terhadap lsm dan wartawan’, sampai pada minimnya progres yang dicapai dalam proyek tersebut.
Diberitakan sebelumnya bahwa proyek pembangunan kantor bupati dan kantor OPD tersebut dikerjakan oleh satu rekanan yaitu PT. Jaya Etika Teknik, Surabaya. dengan total pekerjaan senilai hampir 7O milyar, sejak 10 Juni 2022 batas penandatanganan kontrak sudah dilakukan, namun sampai saat ini progres pisik sesuai schedule proyek pembangunan kantor bupati kurang lebih 40 ,%, sedangkan kantor OPD masih kurang juga dari 40% atau cenderung melambat.
Abd. Muin Ketua DPC Lsm penjara mengatakan ” tidak hanya masalah tehnik, hampir semua proyek PU SDA mendapatkan pengamanan dari oknum preman, apakah hal tersebut adalah prosedur proyek, atau memang ada hal yang benar2 rahasia, kalau proyek tersebut benar kenapa pakai preman, apakah kurang cukup APH ? ” Ujarnya.
Sementara itu Samiadji ketua LPKN RI menyatakan ” proyek dengan dana milyaran rupiah tersebut patut kita awasi pembangunan dan pelaksanaanya karena proyek ini memakai anggaran dari uang rakyat, jangan sampai proyek tersebut berlanjut pada temuan APH ” dalih Nya
Disisi yang lain Aly kacong, ketua LSM Mahalli juga mengkomentari terkait dengan kadis PU SDA Hari Aprilianto. ” disetiap kesempatan dialog terkait proyek tersebut, kadis PU SDA, Hari Aprilianto selalu pasang badan, baik menghadapi pertanyaan anggota DPRD ataupun Lsm dan Wartawan, mengesankan sebagai bumper pelaksana proyek, pertanyaannya apakah sesuai tupoksinya atau memang bagian pengamanan internal ” ujarnya
Selanjutnya kadis PU SDA Hari Aprilianto menyatakan ” tidak ada pengaman preman dalam proyek manapun, kalau hal tersebut menjadi permasalahan kami akan tegur pelaksananya, terkait progres, proyek tersebut sudah mencapai 40%, berharap Desember sudah rampung ”
Masalah adanya dugaan bahwa Kadis PU SDA Hari Aprilianto pasang badan atau sebagai bumper bagi pelaksana proyek, beliau menyatakan hanya menjalankan tugas saja demi tercapainya target proyek ini selesai sesuai rencana. ( pewarta met )