LINTASMATRA.COM-SITUBONDO.
SITUBONDO – Dinas Sosial Kabupaten Situbondo gelar rapat koordinasi (RAKOR) upaya peningkatan sumber daya manusia Taruna Siaga Bencana (TAGANA), bertempat di Lantai II kantor Dinsos, Rabu, 12/10/2022
“Dalam rakor tersebut, Kepala Dinsos Situbondo, Samsuri, S.Sos., MM., mengatakan, kegiatan rakor hari ini sebagai bentuk pembinaan rutin yang diberikan oleh bidang linjamsos kepada rekan-rekan Tagana untuk mengingatkan kembali Tupoksinya
“Samsuri, menyampaikan, Tagana harus siap siaga jangan sampai lengah, karena di bulan Oktober ini merupakan pintu gerbang musim penghujan. Diketahui bersama, dampak dari curah hujan ekstrim dapat menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor.”pungkasnya
Lebih lanjut, untuk rekan-rekan tagana Situbondo agar meningkatkan kedisiplinan dan kesiapsiagaan kewaspadaan, terutama dalam menghadapi musim penghujan, terutama jaga kesehatan masing-masing personel,”sampainya
“Kemudian, saya berikan apresiasi kepada tagana karena selalu berkontribusi dalam kegiatan penyaluran bantuan sosial yang disalurkan oleh Bupati – Wakil Bupati Situbondo, seperti penyaluran bansos di 136 titik, meliputi 132 desa dan 4 kelurahan serta titik tambahan yang menjadi sasaran distribusi dari pemerintah Kabupaten Situbondo.
Hal itu, juga saya sampaikan terima kasih terhadap Kabid Linjamsos Heri Winarno, S.Sos., M.Si. beserta staff yang telah memberikan bimbingan terhadap Tagana di acara rakor saat ini
“Berita yang dihimpun Lintasmatra. com. Melalui Pemkab Situbondo, menyampaikan, senantiasa mengajak masyarakat untuk ikut memberantas peredaran rokok ilegal, sebab keberadaan rokok ilegal sangat merugikan negara.
“Mengingat rokok ilegal tidak memberikan pemasukan dari sektor cukai. Sehingga berdampak terhadap penerimaan pemerintah daerah dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).”terangnya
“Lebih lanjut, Bung Karna, menjelaskan, bahwa jumlah DBHCHT untuk Pemkab Situbondo tahun 2022, mendapat alokasi dari DBHCHT sebesar Rp55.748.515.000. kemudian dana tersebut dikelola oleh beberapa OPD. Di antaranya Dinsos, Diskoperindag, Disnaker, Dispertangan, Dishub, dan Dinas PUPP, Satpol PP, RSUD dr Abdoer Rahem, RSUD Besuki, serta RSUD Asembagus.”sampainya
Tak hanya itu, Dana jumbo tersebut digunakan untuk pembangian BLT, pelatihan kerja, pembagian pupuk urea gratis kepada petani, pemasangan PJU, pembangunan RTLH, progam Tolop
Begitu juga untuk infrastruktur jamban keluarga, progam sehat gratis (Sehati), penurunan angka stunting, pengadaan alat kesehatan (Alkes), rehap gedung rumah sakit, sosialisasi tentang cukai dan operasi pasar rokok ilegal.,*(adv/mito)
Pewarta : Armito Abi Bakrie
Publisher : Hariyanto, SH