LINTASMATRA.COM – PASURUAN
PASURUAN – Dampak besar terhadap lingkungan yang ditimbulkan oleh PT MAS, yang terletak di Dusun Mojokopek, Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, amat luar biasa. Hingga membuat warga Mojoparon kembali gelar Unjuk Rasa (Unras) dengan didampingi Ormas LMPI dan terhitung sudah ke 5 kali.
Seperti yang diketahui dalam terbitnya pemberitaan sebelumnya warga menuntut perusahaan agar menyediakan air bersih dilingkungan warga Mojoparon sebab sumurnya kering, dan sungai di wilayahnya kembali bersih seperti semula. Dan unras bermula seperti biasanya dengan datangi Kantor Desa Mojoparon hingga ke PT Mas.
Abdurrahman selaku Ormas LMPI yang menjabat sebagai Anggota Investigasi menjelaskan pada saat di wawancarai awak media,” Dalam aksi tuntutan warga sama seperti tuntutan yang sebelumnya, yaitu meminta agar pihak PT Mas menyetujui 7 poin yang jadi keluh kesah para warga yang sampai saat ini belum terpenuhi, seperti halnya air sumur yang kering dan sungai yang tercemar akibat limbahnya.
Tadi, sambung Mbah Dol ( sapaan akrabnya), Unras pun di laksanakan ke kantor Pemkab Pasuruan, dan disitu warga bersama anggota LMPI di ajak beraudensi oleh perwakilan Pemkab Pasuruan dengan ditemui M. Agus H, Staf Ahli Bupati dan Eddy Supriyanto Kadis Bakesbangpol Kab. Pasuruan di Gedung aula Satpol PP. Kami dan Warga memaparkan apa yang jadi keluh kesahnya dihadapan mereka, dan dapat tanggapan baik, dengan mendengarkan keluh kesah para warga,” ujar Mbah Dol Kamis (13/07/2023).
Masih Mbah Dol melanjutkan, staf ahli Bupati akan menindaklanjuti akan semua yang jadi keluhan warga kepada pimpinan, dan semua aspirasi masyarakat akan kami tampung. Tentunya aspirasi ini akan kami teruskan kepada jajaran terkait, dan nantinya akan ada langkah langkah selanjutnya seperti apa. Harapannya semoga ada solusi yang terbaik, kata staf ahli pada saat audensi dilakukan, ” imbuh Mbah dol.
Sementara itu Ketua Marcab Kabupaten Pasuruan Sutikno juga mengatakan,” Dalam hal ini warga akan terus melakukan Unras, bahkan lebih besar lagi, jikala masih tidak ada titik temu. Pada Unras yang berlangsung kali ini tampak ada perwakilan dari luar Desa Mojoparon, yakni dari perwakilan petani tambak yang ikut akan dampak limbahnya Perusahaan Ale Ale ini.dan dia mengatakan pada kami.
Petani tambak pun akan turun jalan apabila limbah yang dibuang ke Sungai masih dilakukan oleh pihak perusahaan, Karena dinilai dengan melalui muaranya limbah itu masuk kedalam tambaknya para petani yang mengakibatkan, apa yang ada didalam tambak tersebut mati, Al hasil petani banyak yang gagal panen, ucap petani tersebut, ” Imbuh Sutikno.
Ditempat sama Agus selaku warga Mojoparon juga menyampaikan,” Dalam Unras kali ini ada yang beda dengan Unras Unras sebelumnya, yang mana tampak dalam Unras tersebut adanya penyiraman air limbah ke gerbang Perusahaan, yang mana air limbah tersebut diambil dari sungai oleh warga.
“Sehingga keluarlah aroma bau busuk yang amat menyengat pun tercium oleh semua yang berada di area Unras. Hal ini sebagai bentuk emosi dan kekecewaan warga dan lagi supaya semua orang tau akan limbah yang dikeluarkan membuat sungai tercemar.
Lebih lanjut Agus menambahkan,” selain itu juga dalam Unras ada keributan. Dimana keributan tersebut di akibatkan adanya seorang yang namanya kami samarkan. Seseorang tersebut memancing akan kegaduhan itu terjadi. Namun semua teratasi dengan cepat karena ada kepolisian yang ikut serta mengamankan dalam kegiatan tersebut,” Ringkas Agus yang juga selaku anggota Ormas LMPI.
Penulis : Hasan
Editor. : Ratri