LINTASMATRA.COM-PASURUAN

PUSPO-Jengkel karena jalan rusak tidak segera diperbaiki, belasan warga Desa Janjangwulung, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, menanami pohon pisang di sepanjang jalan tepatnya di Jalan Kopek, Kecamatan Puspo.
Dari pantauan awak media dilapangan, pohon pisang tersebut ditanam di tengah jalan berlubang yang menjadi akses utama warga setempat. Pohon pisang itu sengaja ditanam oleh warga pada Sabtu malam.(09/03/2024)
Aksi menanam pohon pisang ini sebagai bentuk protes atas kondisi infrastruktur antardesa yang rusak parah namun tidak kunjung diperbaiki. Padahal, jalan yang rusak tersebut menjadi infrastruktur utama mobilisasi warga.
Hal ini di ungkap oleh warga yang namanya dirahasiakan, pada awak media dirinya mengatakan,” aksi protes ini sebagai bentuk kemarahan kami serta kekecewaan masyarakat setempat pada pemerintahan. Karena jalan yang merupakan akses utama yang menghubungkan antar desa, serta setiap harinya digunakan masyarakat sekitar untuk aktivitas mencari nafkah maupun sekolah, tak kunjung diperbaiki,” tuturnya
Hal senada dikatakan oleh warga setempat yang juga enggan untuk disebutkan namanya,” Aksi protes warga dipicu lantaran kondisi jalan yang mengalami kerusakan berat selama bertahun-tahun merupakan akses untuk menunjang perekonomian namun tak kunjung mendapat perhatian dari pihak terkait.
Menurutnya, kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki sangat berdampak besar terhadap hasil produksi pertanian di wilayah itu. Sebab akses jalan itu menjadi akses vital satu-satunya untuk mengangkut hasil produksi pertanian.
Dirinya, juga menambahkan,” selain berdampak terhadap hasil produksi pertanian, kondisi jalan yang rusak juga dirasakan menghambat aktifitas warga. Seperti halnya kesulitan untuk merujuk anggota keluarganya ke pusat layanan kesehatan. Ketika ada yang sakit, lantaran harus melintasi jalanan dengan medan yang rusak berat.
“Harapannya, Pemerintahan yakni dinas terkait untuk segera mengambil tindakan dengan memperbaiki jalan ini. Agar masyarakat didearah terpencil ini juga bisa merasakan pemerataan pembangunan seperti daerah daerah lainya,” tutupnya.
Tik / Red
Publisher : Ratri