LINTASMATRA.COM – MALANG
KEPANJEN – Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), SMK Negeri 1 Kepanjen menggelar kegiatan istighosah dan doa bersama pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual sekolah dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi tahapan evaluasi akademik sekaligus menyongsong kelulusan.
Doa bersama tersebut dipimpin oleh KH Agus Mustofa dan diikuti keluarga besar SMKN 1 Kepanjen. Suasana khidmat menyelimuti kegiatan yang diharapkan mampu memberikan ketenangan batin, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan semangat belajar para siswa.
Kegiatan istighosah ini juga menjadi momentum penting bagi siswa, khususnya mereka yang baru kembali dari kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Setelah menjalani pengalaman belajar di dunia industri dan dunia kerja, para siswa diharapkan dapat kembali menyesuaikan diri dengan kegiatan pembelajaran di sekolah serta mengejar materi pelajaran yang sempat ditinggalkan.
Pihak sekolah berharap seluruh siswa tetap memiliki semangat dan kedisiplinan dalam mempersiapkan diri menghadapi TKA maupun tahapan evaluasi berikutnya.
Selain kesiapan akademik, SMKN 1 Kepanjen juga memberikan perhatian terhadap pemenuhan persyaratan kelulusan. Salah satunya adalah penyelesaian tugas buku saku yang telah diberikan oleh sekolah kepada para siswa.
Buku saku tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab akademik siswa yang harus diselesaikan sesuai ketentuan sekolah. Setelah tahapan TKA, agenda berikutnya adalah pelaksanaan ujian sekolah dan ujian kompetensi yang direncanakan segera diselenggarakan, sebelum memasuki prosesi wisuda.
Kepala SMKN 1 Kepanjen, Lasmono, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian nilai akademik maupun kemampuan teknis.
Menurutnya, sekolah memiliki komitmen untuk mencetak lulusan yang mempunyai kompetensi, sekaligus menjunjung tinggi adab, akhlak, dan moral.
SMKN 1 Kepanjen ingin memastikan bahwa para lulusan nantinya tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu beradaptasi, berinteraksi secara baik, serta memberikan kontribusi positif ketika kembali dan terjun di tengah masyarakat.
“Harapan kami, lulusan SMKN 1 Kepanjen bukan hanya unggul dalam bidang akademis dan kompetensi keahlian, tetapi juga memiliki kualitas adab, akhlak, serta moral yang baik. Dengan demikian, ketika terjun ke masyarakat, mereka sudah memiliki bekal untuk memberikan kontribusi positif,” demikian pesan yang disampaikan dalam komitmen pendidikan sekolah.
Pendidikan Berorientasi Kompetensi dan Karakter
Komitmen SMKN 1 Kepanjen tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mendorong pengembangan potensi peserta didik.
Dalam panduan pengembangan bakat dan minat peserta didik SMK yang diterbitkan Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, pengembangan kompetensi, bakat, dan minat perlu dilakukan secara terarah melalui pemilihan konsentrasi keahlian serta kegiatan ekstrakurikuler.
Pengembangan tersebut tidak hanya mendukung kemampuan teknis, tetapi juga membangun karakter, kemampuan berkomunikasi, pengalaman bersosialisasi, hingga kesiapan peserta didik menghadapi dunia kerja, berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Dengan demikian, pendidikan kejuruan diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya terampil secara profesional, tetapi juga memiliki karakter dan tanggung jawab sosial.
Melalui kegiatan istighosah, pendampingan pembelajaran, pemenuhan tugas akademik, serta persiapan ujian kompetensi, SMKN 1 Kepanjen terus berupaya mengantarkan peserta didiknya menuju kelulusan dengan bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai moral.
Harapannya, para lulusan SMKN 1 Kepanjen kelak mampu menjadi generasi produktif, berkarakter, mandiri, serta memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
( Chy )