
Jember | Selasa, 25 Juni 2019
Pewarta | Slamet Dion
Editor | Armito
LINTASMATRA.COM – JEMBER. Hangatnya kebersamaan dalam persahabatan, apalagi di suasana Hari Lebaran dengan momen Halal Bi Halal yang di adakan Redaksi Lintasmatra. Yang di tempatkan di Karesidenan Besuki Kabupaten Situbondo. Saya selaku Pewarta dari Media Lintasmatra di wilayah Jember mempunyai kewajiban untuk hadir meskipun perjalanan berputar – putar lewat gunung raung dengan motor milikku, niatku tak bisa dihalangi karena kesempatan baik ini untuk saling minta maaf juga saling bertemu antar pewarta sehingga bisa sharing pendapat dalam menjalankan profesi Jurnalis.

Sebetulnya jarak tempuh antar Jember Situbondo lumayan jauh tapi demi loyalitas terhadap Redaksi dan teman pewarta dan lagi ini sangat penting untuk saya pribadi, karena di samping Halal Bi Halal juga bisa Sharing dan tambahan ilmu dari redaksi baik dalam segi pemberitaan dan penulisan berita.” Papar Slamet Tidak hanya itu saya bisa refreshing ke Wisata Pantai Grand Pathek Gelung Situbondo, yang di sambut hangat oleh Kabiro Karesidenan Besuki,” Armito, M.Razaq, M.Hanafi juga Mery, hal yang tidak bisa dilupakan oleh saya tempat Halal Bi Halal yang dipilih oleh Panitia sangat extrim di tempatkan di atas dasar lautan dengan gelombang ombak yang mengerikan di atas papan Perahu Apung. Sehingga peserta kelihatannya agak panik tapi menyenangkan lantaran fatwa – fatwa dari beberapa nara sumber dan di selingi elektun music Tri Nada dari Wringin Anom – Kota Santri Situbondo dengan Vokalis yang agak imut – imut, rasanya saya ingin menyumbangkan sebuah lagu Maduraan yakni Olle’ Ollang Paraona Alajere, namun tidak kesampaian lantaran perut sudah gelih duluan Ombaknya makin besar.
Dengan perpisahan antar pewarta mereka pulang ke rumah dengan membawa kenangan masing – masing, sesampai di perjalanan pulang sahabatku Motor minta minum Bensin, saya isi Rp. 20.000 saja di kios Bensin mini di Situbondo, disanalah saya baru terasa bahwa ID CARD saya tidak ada entah dimana jatuhnya tidak di ketahui, yang paling ironis lagi saya baru sadar bahwa iuran Rp. 50.000, belum bayar, “Jelasnya. * ( Slamet Dion / Kamto )